Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) baru saja menerbitkan surat no-action untuk Franklin Templeton. Lewat Divisi Manajemen Investasinya, SEC mengizinkan jajaran mutual fund dan ETF terdaftar milik manajer investasi itu untuk menaruh dana langsung ke OnChain U.S. Government Money Fund (FOBXX), produk tokenisasi aset dunia nyata (RWA) mereka sendiri yang juga dikenal dengan ticker BENJI.
Persetujuan ini mencakup pengecualian dari Section 17(f) dan Rule 17f-2 dari Investment Company Act 1940 - regulasi lawas yang awalnya dirancang murni untuk menjaga keamanan sekuritas fisik. Mengutip analis ETF Bloomberg James Seyffart, izin ini membuka pintu bagi dana terdaftar Franklin untuk memegang porsi investasi on-chain meski secara teknis tidak memenuhi aturan kustodi tradisional. Sebagai landasan putusan, SEC mengacu pada surat no-action tahun 1992 yang juga melibatkan Franklin sebagai preseden hukum.
Mengawinkan Catatan Konvensional dan Blockchain
Sebagai jalan tengah kepatuhan, Franklin menerapkan struktur hibrida. Mereka menggabungkan buku catatan transfer agent konvensional dengan data transaksi langsung dari jaringan blockchain. Semua dompet kripto untuk produk dana terdaftar ini dikelola langsung oleh Franklin Templeton Investor Services. Hingga kini, FOBXX mengantongi dana kelolaan sekitar $726 juta, dengan lebih dari 99,5% dari total portofolio dialokasikan ke surat utang pemerintah AS.
Dana investasi ini berpijak pada Stellar sebagai blockchain aslinya sejak rilis perdana pada 2021, menempatkannya sebagai salah satu reksa dana pelopor AS di jaringan publik. Jejak ekspansi FOBXX kini sudah jauh lebih luas. Aset tokenisasi ini juga bisa diakses di Solana, Aptos, Ethereum, Avalanche, Arbitrum, Base, dan Polygon, walau mayoritas nilai asetnya masih menetap di buku besar Stellar.
Agunan Lintas Entitas dan Rebalancing Portofolio
Persetujuan baru SEC memperluas fungsi token BENJI melampaui investasi pasif. ETF dan mutual fund Franklin kini bisa memakainya sebagai instrumen manajemen kas harian, penyesuaian bobot portofolio, sampai menjadi agunan dan penyedia likuiditas antar dana terdaftar. Langkah ini menambah panjang daftar integrasi yang dicapai BENJI sepanjang 2026. Awal tahun ini, Franklin dan Binance merilis program kolateral di luar bursa, lalu disusul pendaftaran BENJI ke bursa Kraken pada Mei, dan masuknya produk ini ke MoonPay Trade pada bulan Juni.
๐ Baca JugaTotal Aset Tokenisasi Sentuh Rekor - Tapi Laporan Perdana Securitize Justru Bikin Saham Anjlok 20%
Lanskap aset dunia nyata berbasis blockchain kini menampung pangsa pasar masif. Statistik RWA.xyz mencatat pasar tokenisasi ini telah memiliki lebih dari 1,7 juta pemegang aset dengan total nilai terdistribusi menembus angka $38 miliar. Saat regulasi kustodi dari era 1940-an akhirnya bersedia melonggarkan ruang untuk dompet digital, batas antara sistem keuangan tradisional dan infrastruktur kripto perlahan melebur jadi satu.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




