📅 Kamis, 6 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Senat AS Punya Waktu Sampai Sabtu Loloskan RUU CLARITY - Tapi Satu Suara Republikan Bisa Menjegal Kesepakatan

Senat AS Punya Waktu Sampai Sabtu Loloskan RUU CLARITY - Tapi Satu Suara Republikan Bisa Menjegal Kesepakatan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Waktu bagi Senat Amerika Serikat hampir habis. Kalau rancangan undang-undang kripto CLARITY Act tidak berhasil diloloskan sebelum Sabtu ini, jadwal pertimbangannya akan mundur jauh menembus musim kampanye midterm 2026 - karena Senat akan segera mengemas barang dan memasuki masa reses panjang hingga pertengahan September.

Senator Cynthia Lummis memang menyatakan yakin Senat akan melakukan voting sebelum masa libur Agustus dimulai. Namun, keyakinan itu bertabrakan tajam dengan realitas di lapangan: jadwal resmi pemungutan suara belum ada sama sekali, dan kalender Demokrat di Senat tidak mencantumkan rencana voting CLARITY Act. Absennya agenda ini menjadi tanda bahaya besar bagi sebuah RUU yang sebelumnya melenggang mulus di Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 2025 lalu. Saat itu, aturan ini menang telak dengan skor 294-134 dan mendapat dukungan dari 78 anggota Demokrat.

Batu Sandungan dari Dalam

Tantangan terbesar menjelang batas waktu ini justru datang dari barisan pendukung. Senator Josh Hawley dari Partai Republik dilaporkan akan menahan suaranya sampai ada ketentuan khusus soal bank dimasukkan ke dalam draf. Keputusan Hawley ini berarti partai Republik langsung kehilangan satu suara kritis dari kubu mereka sendiri.

Angka ini punya bobot berat. Aturan Senat mewajibkan minimal 60 suara untuk mengakhiri filibuster lewat prosedur cloture. Dengan absennya satu dukungan Republikan, kelompok pendukung kripto kini harus berjuang ekstra keras karena mereka membutuhkan setidaknya tujuh dukungan tambahan dari anggota Demokrat agar RUU ini melaju ke tahap selanjutnya.

“Kita harus meloloskan CLARITY Act - mari votingkan di lantai Senat dan lihat di mana posisi Demokrat,” tegas Senator Bill Hagerty merespons jalan buntu ini. Sebagai kompromi lintas partai, Lummis juga sedang mengerjakan rumusan ketentuan wewenang Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Tarikan Kepentingan di Meja Perundingan

Rintangan yang menahan kesepakatan ini berakar pada empat isu yang masih diperdebatkan para politisi: batasan etika bagi pejabat senior, standar perlindungan anti pencucian uang, aturan reward untuk stablecoin pasif, serta garis pembagian kewenangan antara CFTC dan Securities and Exchange Commission (SEC).

Suntik Perusahaan Kripto Trump $500 Juta, UEA Mendadak Bebas Lisensi Ekspor Chip AI - Senator Warren Tuntut Penjelasan📌 Baca JugaSuntik Perusahaan Kripto Trump $500 Juta, UEA Mendadak Bebas Lisensi Ekspor Chip AI - Senator Warren Tuntut Penjelasan

Ketegangan ini makin rumit karena suhu politik. Fakta bahwa Donald Trump berhasil meraup $1,4 miliar dari aset digital sepanjang tahun 2025 memberi alasan bagi kubu Demokrat untuk bersikap skeptis. Angka ini memunculkan kecurigaan adanya motif tersembunyi yang membuat Demokrat menyoroti ketat pasal-pasal etika di dalam draf RUU ini.

Taruhan untuk Valuasi Kripto

Penundaan CLARITY Act minggu ini bukan cuma urusan jadwal birokrasi biasa. Laporan dari analis firma riset Bernstein mencatat bahwa kalau regulasi penting ini gagal disahkan, dampaknya bisa menurunkan valuasi pasar kripto.

Semuanya kini bergantung pada negosiasi detik-detik terakhir. Kalau kesepakatan benar-benar buntu sampai batas akhir hari Sabtu, industri kripto harus menelan kenyataan pahit menunggu sampai pertengahan September - sebuah jeda panjang menjelang musim pemilu. Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share