Batas jam operasional bank tak lagi mengikat alur likuiditas perusahaan. Visa mengumumkan perluasan penawaran pembayaran stablecoin mereka lewat kemitraan dengan penyedia infrastruktur kripto Zerohash. Lewat kerja sama ini, klien Visa Direct yang memenuhi syarat bisa melakukan pendanaan awal (prefund) akun dan mengirim pembayaran (payout) menggunakan stablecoin.
Dampak langsungnya ada pada kebebasan waktu. Bisnis kini memiliki ruang untuk mengelola likuiditas dan memindahkan uang bahkan ketika bank tradisional tutup. Di sisi lain, pihak penerima akan langsung menerima uang pencairan mereka dalam bentuk stablecoin tanpa harus menunggu proses kliring selesai.
Manuver Beruntun dari Balik Layar
Zerohash yang menjadi mitra dalam ekspansi ini bukan pemain baru. Perusahaan yang berdiri pada 2017 ini memfokuskan layanannya pada penyediaan infrastruktur kripto khusus untuk institusi keuangan. Manuver mereka sepanjang tahun 2026 menunjukkan dorongan yang jelas dalam menjembatani keuangan tradisional dan kripto.
Pada Maret 2026, Zerohash mengajukan charter bank trust tingkat nasional untuk memperluas kapasitas bisnis kustodi dan penyelesaian (settlement) mereka. Hanya berselang empat bulan, tepatnya pada Juli 2026, infrastruktur mereka dipakai untuk membantu Morgan Stanley meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan Solana di platform broker E*Trade.
Menurut CEO Zerohash Edward Woodford, pembukaan kasus penggunaan stablecoin di level inti jaringan pembayaran arus utama merupakan kunci yang akan mempercepat laju adopsi global.
Visa dan Arus Uang Lintas Batas
Bagi Visa, integrasi ini melanjutkan rentetan proyek berbasis blockchain mereka. Pada Januari 2026, perusahaan ini lebih dulu bermitra dengan BVNK untuk menjalankan proyek uji coba prefunding dan payout stablecoin di jaringan Visa Direct. Mereka kemudian melangkah lebih jauh pada Juli 2026 dengan merilis Visa Stablecoin Platform. Layanan ini diciptakan agar pihak bank dan perusahaan fintech memiliki alat siap pakai untuk menerbitkan, menyimpan, sekaligus mentransfer stablecoin mereka sendiri.
Global Head of Product Visa Mark Nelsen menegaskan bahwa format stablecoin menciptakan peluang baru dalam ekosistem keuangan. Aset ini membuat pergerakan uang menjadi lebih cepat dan fleksibel, terutama saat berhadapan dengan kebutuhan transaksi lintas batas antarnegara.
📌 Baca JugaBlackRock dan Visa Jadi Validator Jaringan Arc - Tapi Mengapa Saham Circle Malah Anjlok?
Langkah ini menempatkan Visa di tengah tren adopsi institusional yang sedang marak. Pemain besar seperti Samsung dengan basis 800 juta ponsel pintar, penyedia remitansi Western Union, pesaing utama Mastercard, hingga pengelola aset BlackRock, semuanya bergerak serentak menggarap sektor stablecoin di periode yang sama.
Bagi pemilik bisnis yang rutin berurusan dengan pemasok beda zona waktu, integrasi ini menawarkan jalan keluar riil. Uang kini bisa tetap mengalir pindah tangan, meski pintu bank lokal sudah ditutup.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




