Era lonjakan harga dua digit berturut-turut pada Bitcoin dinilai sudah berakhir. Markus Thielen, pendiri 10x Research, menyebut pergeseran ini dipicu oleh dominasi strategi trader Wall Street dan aksi ambil untung para whale.
Trader institusional kini rutin menjual kontrak opsi call segera setelah reli harga terjadi. Penjualan opsi itu meredam letupan volatilitas ekstrem yang selama ini menjadi ciri khas siklus pasar kripto.
Kunci peredam reli itu tersimpan di balik komposisi arus dana ETF spot.
Separuh Dana ETF Bukan Taruhan Beli
Berdasarkan analisis formulir keterbukaan Form 13F para manajer investasi, Thielen memperkirakan pembuat pasar atau market maker menyumbang hingga 50% dari total arus masuk bersih ETF spot Bitcoin yang telah menembus $60 miliar.
Kepemilikan saham ETF dalam jumlah besar itu bukan taruhan spekulatif bahwa harga Bitcoin akan langsung meroket. Para market maker membeli saham ETF spot terutama sebagai instrumen lindung nilai atas posisi perdagangan kontrak opsi mereka di pasar derivatif.
Akibat mekanisme lindung nilai itu, Thielen memperkirakan pergerakan Bitcoin cenderung menyamping di antara jeda rilis data ekonomi makro dan keputusan suku bunga Federal Reserve.
Peluang Menuju $90.000 dan Hambatan The Fed
Kendati volatilitas teredam, 10x Research tetap memproyeksikan target harga Bitcoin mencapai $90.000 pada akhir tahun 2026. Namun, laju menuju level itu berpotensi didahului koreksi ke kisaran pertengahan hingga atas $70.000-an.
Tekanan harga ke level bawah sempat terjadi ketika Bitcoin terdorong ke kisaran $76.100 menyusul insiden peretasan Binance senilai $6,3 miliar. Data Coinglass mencatat Bitcoin menutup bulan Oktober dengan koreksi 7,3%.
Peluang reli menuju $90.000 juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Pada rapat terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada rentang target 3,75% hingga 4%. Thielen mengantisipasi satu kali kenaikan suku bunga lagi menjelang Desember sebelum The Fed beralih ke pendekatan yang lebih berhati-hati.
๐ Baca JugaTren ‘Uptober’ Terputus Dua Tahun Beruntun - Bitcoin Turun 7,3% Saat Binance Dibobol $6,3 Miliar
Masalah Pendapatan di Jaringan Ethereum
Berbeda dengan pandangannya terhadap Bitcoin, Thielen mempertahankan proyeksi bearish terhadap Ethereum. Penyebabnya adalah migrasi aktivitas pengguna ke jaringan layer-2 yang memangkas pembakaran biaya dasar atau base fee.
Thielen mengibaratkan Ethereum seperti jalan tol mulus yang tidak ingin dibayar mahal oleh para penggunanya.
Bagi pelaku pasar kripto, perubahan perilaku modal institusi ini memperlihatkan bahwa masuknya dana besar tidak selalu berarti harga terbang bebas. Kehadiran produk derivatif Wall Street justru memasang batas baru pada ayunan harga Bitcoin.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




