๐Ÿ“… Selasa, 3 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Korsel Kaji Wajib Cold Wallet 99% Usai Kasus Binance $6,3 Miliar - Industri Cemas Penarikan Dana Lumpuh

Korsel Kaji Wajib Cold Wallet 99% Usai Kasus Binance $6,3 Miliar - Industri Cemas Penarikan Dana Lumpuh

Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC) menggelar pertemuan darurat pada 2 November 2026 bersama Financial Supervisory Service (FSS), Financial Security Institute, dan Digital Asset eXchange Alliance (DAXA). Pertemuan ini membahas langkah pengamanan menyusul peretasan bursa Binance senilai $6,3 miliar pada 29 Oktober lalu. Yu Young-jun, Direktur Kebijakan Keuangan Digital FSC, memimpin langsung rapat untuk mengaudit izin akses internal bursa, otorisasi penarikan dana, serta kontrol hak istimewa administrator sistem.

Fokus pengawasan tertuju pada mekanisme penyimpanan dana milik nasabah. Di bawah undang-undang perlindungan pengguna aset kripto, Virtual Asset User Protection Act, otoritas Korea Selatan resmi mengkaji penaikan batas wajib simpanan aset di cold wallet - dompet luring yang tidak terhubung ke internet - dari batas minimal 80% menjadi hingga 99%.

Porsi Hot Wallet Menyusut ke 100 Unit

Pelaku industri langsung memperingatkan risiko aturan 99% terhadap kecepatan pemrosesan transaksi penarikan dana. Dalam kalkulasi pelaku pasar, tiap kepemilikan 10.000 unit aset kripto di bursa hanya akan menyisakan 100 unit di hot wallet - dompet aktif yang terhubung ke jaringan internet untuk melayani pencairan harian. Angka likuiditas siap pakai itu terpangkas jauh dari ketentuan lama yang masih memberi porsi 2.000 unit hot wallet untuk volume aset yang sama.

Selain rasio penyimpanan dompet, regulator mewajibkan bursa lokal memperketat pengawasan aliran deposit dan penarikan selama 24 jam penuh. Pengelola bursa juga diwajibkan menyiagakan tim respon cepat untuk mendeteksi dan melaporkan anomali akses lintas-bursa.

Disparitas Cadangan dan Beban Bursa Kecil

Data FSS per akhir September 2026 mengungkap disparitas cadangan cold wallet yang lebar di antara bursa lokal. Upbit menempati posisi teratas dengan rasio penyimpanan luring 99,17%, disusul Bithumb di angka 94,76%. Sementara itu, tiga bursa lain berada di level yang lebih rendah: Coinone memegang 85%, DigitalEx 82,79%, dan GOPAX berada di batas bawah 80,54%.

Bursa skala kecil diperkirakan menanggung hambatan likuiditas operasional paling berat jika ambang batas 99% disahkan. Gangguan operasional serupa pernah dialami Bithumb pada Agustus lalu, ketika layanan penarikan altcoin terhenti selama 13 jam akibat menipisnya cadangan hot wallet saat volatilitas pasar melonjak.

Parlemen Prancis Tolak Pajak Keluar Kripto $897.000 - Voting Anggaran 2027 Tertunda ke 17 November๐Ÿ“Œ Baca JugaParlemen Prancis Tolak Pajak Keluar Kripto $897.000 - Voting Anggaran 2027 Tertunda ke 17 November

Bagi pemilik aset kripto di Korea Selatan, wacana regulasi ini memunculkan situasi nyata: saldo simpanan terlindung lebih ketat dari ancaman pembobolan jaringan, tetapi proses pencairan dana berisiko membutuhkan waktu lebih lama saat volume transaksi pasar melonjak tinggi.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Peretasan $6,3 Miliar Binance Masuk Arena Pemilu AS - Trump Dingin, Demokrat Ungkit Donasi $2 Miliar CZ


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share