Solana Company (HSDT) yang listing di Nasdaq melaporkan kerugian bersih $30,3 juta pada kuartal kedua 2026. Pendapatan mereka mencapai $2,526 juta, dengan imbal hasil staking SOL menyumbang porsi terbesar senilai $2,512 juta.
Angka pendapatan itu turun 30% dari capaian $3,6 juta di kuartal pertama, tapi melompat jauh dibandingkan kuartal kedua tahun lalu yang cuma $43.000. Sepanjang tiga bulan ini, perusahaan menghasilkan 31.200 SOL dari imbal hasil staking dan langsung diputar ulang ke dalam jaringan.
Masalahnya, margin kotor 97% dari mesin staking ini belum sanggup menutupi satu pengeluaran besar di luar ongkos operasional harian.
Kenapa Merugi Puluhan Juta Dolar?
Pukulan terberat pada kuartal ini justru datang dari keputusan manajemen sendiri. Perusahaan mencatat kerugian terealisasi sebesar $25,4 juta dari penjualan aset digital. Mereka menyebut langkah ini sebagai penjualan strategis di bawah program alokasi modal. Kerugian operasional ini sebenarnya sedikit tertahan oleh keuntungan $3,1 juta dari pelepasan sisa bisnis perangkat medis PoNS masa lalu mereka.
Angka merah ini membuat beban keuangan perusahaan makin tebal. Sepanjang paruh pertama tahun ini, kerugian bersih mereka mencapai $130,1 juta atau $1,66 per lembar saham. Catatan defisit terakumulasi kini bengkak menjadi $342,6 juta, naik dari posisi akhir 2025 di angka $212,6 juta.
Jejak Akuisisi dan Fokus Baru
Solana Company baru banting setir menjadi entitas kripto pada September 2025. Perusahaan yang dulunya bernama Helius Medical Technologies ini beralih fokus ke SOL lewat injeksi modal privat $500 juta yang dipimpin Pantera Capital dan Summer Capital. Sebulan setelahnya, mereka langsung memegang kendali atas 2,2 juta SOL bernilai lebih dari $525 juta.
Kini, portofolio aset digital jangka panjang mereka bernilai $147,3 juta, mencakup posisi staking, aset terbatas, piutang, dan investasi dana digital. Pada kuartal kedua ini, mereka juga sukses menghimpun tambahan dana bersih $7,9 juta lewat penawaran 3,08 juta saham seharga $2,60 per lembar yang dipimpin Mirae Asset dan HashKey Capital. Pada saat yang sama, manajemen membeli kembali 1,3 juta lembar saham senilai $2,3 juta, menggenapi total pembelian kembali paruh pertama menjadi $5,9 juta.
๐ Baca JugaGrayscale Cabut 3 ETF Altcoin dalam 190 Detik - Ironinya Cardano Resmi Layak Masuk SEC Dua Hari Kemudian
Membuka Pintu untuk Pihak Ketiga
Di luar kerugian atas kertas, ekspansi fisik mereka berjalan normal. Cluster validator institusional pertama yang dijuluki Pacific Backbone mulai beroperasi di Tokyo dan langsung mengamankan komitmen staking 500.000 SOL dari pihak ketiga. Pada 15 Juli lalu, atau persis setelah tutup kuartal, mereka juga menuntaskan akuisisi perusahaan trust di Hong Kong seharga $2 juta.
Rentetan manuver ini menunjukkan perusahaan sedang menguji seberapa besar daya tahan modal mereka menopang peralihan bisnis. Bagi investor, pertanyaan utamanya kini satu: seberapa lama mesin staking ini butuh waktu sampai bisa membiayai dirinya sendiri.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




