Strategy melepas Bitcoin senilai $104 hingga $105 juta minggu lalu. Penjualan ini murni dilakukan demi mendukung STRC, saham preferen buatan mereka sendiri yang harganya terus tertekan di bawah nilai pari $100 sejak pertengahan Mei.
Keputusan ini sekaligus mematahkan narasi panjang pendirinya. Selama bertahun-tahun, Michael Saylor mengumandangkan pesan “jangan pernah jual Bitcoin”. Ia bahkan pernah menyarankan orang untuk menjual ginjal ketimbang melepas Bitcoin. Kini, tekanan pasar memaksanya menarik garis batas baru.
“Ketika saya bilang Never Sell Bitcoin, saya berbicara sebagai sesama penabung,” kata Saylor dalam pernyataan terbarunya. “Saya pribadi tidak pernah menjual satu satoshi pun. Strategy adalah perusahaan publik, bukan dompet saya.”
Menyelamatkan Saham Lewat Jual Rugi
Langkah penyelamatan STRC ini datang dengan harga mahal. Dengan posisi harga Bitcoin di kisaran $63.700, Strategy mengeksekusi penjualan dalam posisi rugi. Mereka juga melakukan langkah ganda dengan melepas kepemilikan saham MSTR, yang berujung pada dilusi nilai bagi pemegang saham biasa.
Namun, struktur keuangan perusahaan masih terjaga. Usai melepas Bitcoin senilai ratusan juta dolar itu, Strategy memastikan cadangan kas mereka masih memadai untuk membiayai operasi perusahaan setara 2,3 tahun ke depan. Di luar urusan kas, mereka juga dilaporkan terus memantau indikator teknikal pergerakan moving average 200-minggu Bitcoin.
Kenapa Harga Tidak Anjlok?
Rentetan tekanan jual besar ke pasar publik biasanya menyeret harga turun. Terlebih lagi, minggu lalu Bitcoin dihantam berita buruk bertubi-tubi. Pasar harus menyerap imbas peretasan Coldcard senilai lebih dari $100 juta, yang disusul langsung oleh penjualan massal dari kubu Saylor.
📌 Baca JugaBhutan Putar Cadangan Bitcoin Nasional Lewat 3iQ - Walau Jejak $1 Miliar di Blockchain Masih Misteri
Nyatanya, pergerakan Bitcoin flat merespons tumpukan sentimen negatif itu. Per 4 Agustus, aset kripto ini bertengger kokoh di angka $63.700 dan mencetak kenaikan 1,6% dalam rentang 24 jam.
Ketika harga Bitcoin tidak lagi bergeser turun akibat rentetan berita negatif, analis membacanya sebagai sinyal kematangan siklus pasar. Daya tahan ini memberi satu kepastian: sentimen panik yang rutin mengguncang siklus sebelumnya kini bertemu dengan struktur pembeli yang menolak mundur.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




