📅 Rabu, 5 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Senat Dihantam Iklan Anti-Kripto Jelang Penentuan CLARITY Act - Ironisnya Pendana Kampanye Justru Dirahasiakan

Senat Dihantam Iklan Anti-Kripto Jelang Penentuan CLARITY Act - Ironisnya Pendana Kampanye Justru Dirahasiakan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Kelompok bernama Crypto Watchdog membanjiri Washington DC dengan iklan televisi dan media sosial menjelang pekan terakhir sebelum Senat AS libur reses musim panas. Kampanye itu menghubungkan kripto dengan teroris, kartel narkoba, dan penipuan terhadap lansia.

Langkah ini diambil tepat ketika nasib CLARITY Act ditentukan. RUU ini masih membutuhkan 60 suara dukungan di Senat, yang akan mengakhiri masa kerjanya pada hari Jumat mendatang.

Di balik serangan iklan ini berdiri Chapin Fay sebagai Executive Director. Ia adalah ahli strategi media yang sebelumnya lebih banyak terlibat dalam kampanye politik Partai Republik, tanpa rekam jejak yang bersinggungan dengan dunia kripto. Melalui kampanye ini, ia mengusung misi yang diklaim bertujuan membawa transparansi penuh ke industri senilai $2 triliun.

Ironi Tuntutan Transparansi

Satu hal yang menonjol dari serangan ini bukan sekadar narasinya, melainkan siapa yang membayarnya. Crypto Watchdog bersuara nyaring menuntut industri kripto untuk buka-bukaan, tapi mereka sendiri menolak mengungkap identitas penyandang dana di balik iklan-iklan itu.

Pola serupa tidak hanya dipakai oleh kubu anti-kripto di Washington. Kelompok Cedar Innovation Foundation, yang berdiri di barisan pro-kripto dan memegang dana hingga jutaan dolar, juga mengambil langkah sama. Mereka beroperasi serta menyebarkan pengaruh tanpa pernah membongkar dari mana aliran uang mereka berasal.

Sebagai bahan tambahan untuk memperkuat tekanan menjelang voting, Crypto Watchdog ikut membawa hasil survei bulan Juni terhadap 1.000 pemilih. Angkanya menunjukkan 65% responden mengaku memiliki tingkat ketidakpercayaan tinggi terhadap kripto. Jajak pendapat ini digunakan sebagai amunisi untuk mendesak para senator agar memblokir pengesahan.

Apa yang Menghambat RUU Ini?

Di luar gempuran dari kelompok periklanan misterius, draf CLARITY Act masih menemui jalan buntu. Hambatan utama yang tersisa adalah perdebatan seputar proposal pembatasan etika bagi pejabat pemerintah senior. Klausul ini dijaga ketat oleh para politisi Demokrat, yang menyusunnya dengan bayang-bayang sosok Trump dalam pikiran mereka.

Korea Selatan Ketok Palu Pajak Kripto 22% Berlaku 2027 - Trader Terancam Terlacak di 48 Negara📌 Baca JugaKorea Selatan Ketok Palu Pajak Kripto 22% Berlaku 2027 - Trader Terancam Terlacak di 48 Negara

Penolakan tajam juga datang langsung dari kelompok perbankan. Para bankir menyoroti aturan mengenai program reward stablecoin yang termuat dalam draf. Menurut industri bank, model insentif kripto itu sudah terlalu menyerupai sistem bunga deposito konvensional.

Dari kubu industri, tekanannya mengarah ke kutub yang berlawanan. CEO Coinbase Brian Armstrong menegaskan pandangannya bahwa Amerika Serikat butuh CLARITY Act. Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh akun WatcherGuru dan mendulang 1.764 likes, Armstrong menyamakan kepentingannya: keamanan ekonomi adalah keamanan nasional.

Pada hari Jumat ini, para anggota Senat harus membuat keputusan sebelum mereka berkemas untuk libur. Pilihan mereka bukan cuma soal menyetujui aturan baru, tapi tentang menimbang antara dorongan industri yang mencari aturan main, dan tekanan kampanye serangan yang sumber uangnya menolak keluar dari kegelapan.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share