Wells Fargo, bank terbesar ketiga di Amerika Serikat, resmi meluncurkan fasilitas deposit tokenisasi bagi jajaran klien korporat mereka. Menurut informasi dari cuitan akun @WatcherGuru di X yang mendulang 2.455 likes, manuver ini adalah bagian dari tren adopsi teknologi blockchain yang kini makin meluas di kalangan institusi keuangan tradisional.
Langkah Wells Fargo nyatanya tidak berjalan sendirian. Pada saat yang hampir bersamaan, BNY - institusi yang sebelumnya dikenal luas dengan nama Bank of New York Mellon - juga ikut bermanuver. Mereka resmi menggandeng Galaxy Digital guna menambahkan layanan staking kripto ke dalam platform kustodi aset digital miliknya.
Staking Kripto Tanpa Repot Pindah Kustodian
Untuk merealisasikan rencana ini, BNY memilih Galaxy Digital sebagai penyedia infrastruktur utama layanan staking mereka. Lewat fasilitas baru ini, klien institusional nantinya bisa langsung meng-stake aset kripto yang memang sudah tersimpan di dalam dompet kustodi BNY.
Alur ini memberi kemudahan penting. Klien korporat kini tidak perlu lagi menarik atau memindahkan aset kripto mereka ke pihak penyedia staking terpisah. Meski begitu, layanan fitur staking ini belum langsung aktif di pasar, melainkan masih dalam status menunggu lampu hijau serta persetujuan dari pihak regulasi terkait.
Kepastian regulasi menjadi kunci bagi BNY, mengingat skala mereka di pasar global. Saat ini BNY duduk sebagai lembaga keuangan yang mengawasi perputaran puluhan triliun dolar aset di bawah payung kustodi dan administrasi perusahaan.
Rekam Jejak BNY di Ruang Blockchain
Keterlibatan BNY dalam ekosistem blockchain sebenarnya bukanlah hal baru. Bank besar ini tercatat sudah meluncurkan layanan kustodi kripto perdananya sejak tahun 2022 lalu. Tidak berhenti di situ, BNY juga telah memindahkan pencatatan transfer inti mereka dari sistem lama ke jaringan blockchain.
Ke depan, BNY memiliki cetak biru rencana jangka panjang. Mereka sedang mempersiapkan sistem penyelesaian transaksi yang beroperasi penuh 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk instrumen Treasury AS yang ditokenisasi, dengan target peluncuran pada tahun 2027.
📌 Baca JugaApple Hapus Telegram dari App Store Global - Pengguna Lama Aman, Tapi Pintu Masuk Kripto Tertutup
Penanda Masuknya Wall Street di 2026
Manuver beriringan dari dua institusi besar ini memberikan sinyal terang soal ke mana arah uang institusional mengalir. Kombinasi fasilitas deposit tokenisasi yang ditawarkan Wells Fargo dan layanan staking kripto dari BNY menjadi penanda kuat gelombang baru masuknya bank-bank Wall Street ke ranah kripto dengan kekuatan penuh sepanjang 2026.
Ini bukan lagi wacana uji coba. Kripto mulai mendapatkan posisi mapan di dalam daftar menu layanan institusi perbankan utama dunia. Para penjaga sistem keuangan lama kini tidak sekadar memantau pasar, tapi langsung berlomba membangun infrastruktur keuangannya sendiri.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




