Setiap lima menit, sebuah taruhan sederhana soal harga Bitcoin ternyata bisa dibelokkan oleh segelintir pemain besar. Peneliti dari Stanford University dan Singapore Management University menemukan bahwa kontrak prediksi Bitcoin 5-menit di Polymarket bukan sekadar tebak-tebakan biasa - desainnya justru memberi insentif bagi trader kakap untuk mendorong harga spot Bitcoin, dan pola itu memindahkan sekitar $1,28 juta dari trader biasa ke pihak yang mengeksploitasi celahnya selama periode yang dianalisis.
Bagaimana Celahnya Bekerja
Aturan mainnya kelihatan polos: trader menebak apakah harga Bitcoin akan berada di atas atau di bawah level tertentu setelah jendela lima menit. Masalahnya ada di titik penyelesaian. Kontrak diselesaikan memakai feed harga Chainlink yang mengacu pada harga spot BTC persis di akhir jendela itu. Artinya, siapa pun yang punya modal cukup besar bisa menggeser harga spot searah posisinya sesaat sebelum settlement - dan memenangkan taruhan bukan karena menebak benar, melainkan karena mendorong pasar.
Untuk membuktikannya, peneliti membandingkan aktivitas pasar sebelum dan sesudah Polymarket meluncurkan kontrak ini pada Juli 2024. Hasilnya mencolok: ada lonjakan tajam order flow di pasar spot BTC menjelang setiap settlement, lalu harga berbalik dengan cepat begitu jendela ditutup. Pola bolak-balik seperti ini persis yang diharapkan muncul ketika seseorang pemain sengaja menekan harga hanya untuk mengunci kemenangan, lalu melepas posisinya.
Ada Perbaikannya - dan Ini Bukan Vonis Mati Prediction Market
Kabar baiknya, solusinya tidak rumit. Peneliti menemukan bahwa memperpanjang durasi kontrak dari lima menit menjadi 15 menit sudah cukup menghilangkan sebagian besar perilaku abnormal tersebut - jendela yang lebih panjang membuat biaya menggerakkan harga jadi terlalu mahal untuk sekadar memenangkan satu taruhan. Alternatif lain yang diusulkan adalah metode settlement berbasis time-weighted average price (TWAP), yang meratakan harga sepanjang periode alih-alih mengambil satu titik rentan di akhir.
Peneliti menegaskan temuan ini tidak berarti pasar prediksi cacat secara fundamental. Yang menentukan justru detail desain kontraknya. Dan pelajaran ini melampaui dunia kripto: bursa tradisional seperti Nasdaq dan Cboe pun mulai mengusulkan kontrak event yang terkait harga aset. Saat produk semacam itu masuk ke pasar keuangan teregulasi, metodologi penyelesaian yang tahan manipulasi bukan lagi urusan teknis remeh, melainkan fondasi kepercayaan.
📌 Baca JugaBitcoin Ambruk ke $63.000 Diseret ‘Chip Rout’ Global - Data On-Chain Ungkap Titik Dasar Bear Market Bisa Datang Maksimal 101 Hari Lagi
Tekanan Regulasi yang Mengintai di Belakang Layar
Temuan ini muncul saat pasar prediksi sedang meledak. Menurut data DefiLlama, Kalshi memproses sekitar $9,4 miliar volume trading pada Juni 2026, sementara Polymarket International mencatat sekitar $4,3 miliar di periode yang sama - rekor yang sebagian didorong hiruk-pikuk Piala Dunia FIFA 2026. Di saat bersamaan, tekanan hukum menumpuk: beberapa negara bagian AS menggugat Kalshi dan Polymarket tahun ini, sementara CFTC bersikukuh bahwa kontrak event yang diregulasi federal berada di bawah yurisdiksi eksklusifnya, bukan hukum perjudian negara bagian. Sengketa ini bergulir di pengadilan federal dan berpotensi berujung ke Mahkamah Agung. Republik Ceko bahkan baru saja memerintahkan ISP memblokir Polymarket dalam 15 hari dan memasukkannya ke daftar hitam judi online.
Bagi trader ritel, pesan dari studi ini gamblang: di produk yang jendelanya sangat pendek dan penyelesaiannya bergantung pada satu titik harga, uang kecil rentan jadi santapan uang besar. Yang menentukan adil-tidaknya sebuah taruhan bukan cuma tebakan Anda benar atau salah, tapi apakah aturan penyelesaiannya dirancang agar tak bisa disetir. Untuk sekali ini, cacatnya ada di mesin, bukan di pemainnya.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




