Bursa kripto OKX resmi membatasi karyawannya yang berbasis di Hong Kong dan mereka yang bepergian melalui daratan China dari mengakses model AI Claude buatan Anthropic. Keputusan pengalihan akses ini diambil tidak lama setelah akun enterprise milik bursa kripto itu sempat ditangguhkan oleh Anthropic pada awal Agustus.
Status akun korporat OKX saat ini sudah sepenuhnya dipulihkan dan beroperasi kembali. Namun, untuk menjaga kepatuhan lisensi, semua permintaan kerja dari karyawan di lokasi yang terdampak kini langsung dialihkan ke model AI alternatif lain. Pengalihan ini menjadi jalan keluar teraman demi menghindari terulangnya pelanggaran aturan akses regional yang digariskan oleh Anthropic.
Dalam penjelasan resminya, pihak OKX mengakui kenyataan bahwa sebagian aktivitas internal mereka di masa lalu mungkin tidak mematuhi kebijakan pembatasan geografis penyedia layanan AI itu. Anthropic sejak awal memang tidak memasukkan wilayah Hong Kong maupun daratan China ke dalam daftar lokasi yang sah untuk mendukung akses Claude maupun API komersial mereka.
Tagihan Bulanan $8 Juta untuk Mesin
Ketergantungan OKX pada kecerdasan buatan bukan sekadar uji coba. Pengeluaran bulanan bursa kripto ini khusus untuk pemakaian AI dilaporkan menyentuh $8 juta. Dana ini menjadi ongkos pemeliharaan infrastruktur kecerdasan buatan yang merasuk ke hampir semua denyut operasional mereka.
OKX memang terus mendorong pemanfaatan AI di seluruh lini perusahaan. Mesin pintar ini dipekerjakan untuk membantu tugas riset pasar, mempercepat penulisan kode pemrograman, dan menangani berbagai beban kerja harian lain. Integrasi ini berjalan begitu dalam hingga manajemen OKX menjadikan kemampuan menggunakan AI sebagai salah satu metrik wajib dalam evaluasi kinerja tiap karyawan.
Apa yang dialami OKX ini sejalan dengan pola mitigasi risiko yang lebih dulu mengemuka di sektor keuangan tradisional. Institusi perbankan besar seperti JPMorgan dan Goldman Sachs dilaporkan sudah mengambil langkah serupa. Keduanya langsung membatasi akses ke layanan Anthropic setelah manajemen meninjau ulang ketatnya persyaratan lisensi operasional di kawasan Hong Kong.
Membangun Pasar Agen Otonom
Anggaran $8 juta per bulan itu tidak hanya dihabiskan untuk efisiensi kerja internal bursa. OKX juga mengalihkan tenaga komputasi ini untuk membangun rangkaian produk AI baru yang ditujukan langsung ke pengguna akhir.
๐ Baca JugaBitGo Jadi Asing Pertama Dapat Lisensi Kripto Langsung di Korea - Lolos Selisih 48 Jam dari Aturan Baru
Satu proyek utama yang tengah mereka kerjakan adalah pengembangan marketplace on-chain khusus untuk agen AI otonom. Lewat ekosistem baru ini, agen-agen kecerdasan buatan dapat mencari tugas, menyelesaikan pekerjaan yang diminta, dan langsung menerima pembayaran dalam bentuk aset digital.
Pembatasan perangkat lunak berbasis wilayah ini memperlihatkan sisi lain dari adopsi mesin pintar di industri kripto. Ketika sebuah entitas berlomba menjadikan AI sebagai otak operasional harian, batas kedaulatan negara yang biasanya bisa diterabas oleh blockchain kini justru kembali mengikat mereka melalui selembar perjanjian lisensi penyedia model bahasa.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




