📅 Rabu, 22 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Telegram Tanam Wallet Kripto Langsung ke 1 Miliar Aplikasi - Langkah Durov Bikin Harga Gram Naik 7%

Telegram Tanam Wallet Kripto Langsung ke 1 Miliar Aplikasi - Langkah Durov Bikin Harga Gram Naik 7%

Pavel Durov mengumumkan Telegram akan merilis wallet kripto non-custodial bawaan yang terintegrasi di semua versi aplikasinya sebelum akhir musim panas 2026. Fitur ini langsung menyasar lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan platform pesan singkat itu. Token Gram - nama baru Toncoin sejak voting komunitas 81% bulan Juni lalu - langsung merespons pengumuman ini dengan kenaikan harga 7%.

Beda Jauh dari Bot Lama

Saat ini, pengguna Telegram mengenal fitur bot @wallet yang dikelola oleh perusahaan terpisah bernama The Open Platform. Sistem lama ini bersifat custodial, artinya kunci aset dipegang penuh oleh pihak pengelola, dan melayani 150 juta pengguna terdaftar. Wallet baru buatan tim Durov mengambil jalur berbeda: tertanam langsung di aplikasi dan non-custodial sejak hari pertama. Pengguna memegang kendali penuh atas kunci pribadi mereka.

Dalam pernyataannya, Durov menyebut inisiatif ini sebagai peluncuran wallet non-custodial terbesar dalam sejarah manusia. Sebagai perbandingan, MetaMask yang kini mendominasi pasar self-custody hanya melayani puluhan juta pengguna. Jika 1 miliar pengguna Telegram mendapat akses langsung, peta dominasi dompet kripto dunia bisa berubah dalam semalam.

Menebus Jejak Sejarah

Nama token Gram membawa cerita masa lalu yang panjang. Pada 2018, Telegram mengumpulkan dana $1,7 miliar untuk token Gram versi awal, sebelum akhirnya digugat oleh SEC. Buntut dari gugatan itu, perusahaan membayar kembali $1,2 miliar kepada investor ditambah denda $18,5 juta dan meninggalkan proyek pada 2020. Komunitas kemudian menghidupkan jaringan itu sebagai Toncoin, hingga akhirnya Durov kembali mengambil alih proyek pada tahun 2026 dan mengembalikan nama aslinya.

Meski pasar merespons positif, jalan token Gram menuju level puncaknya masih jauh. Harga token saat ini butuh reli 88% untuk sekadar menyentuh puncak lokal $2,89 yang tercetak pada Mei 2026, dan butuh tenaga lebih besar lagi untuk mengejar rekor tertinggi $8,25 dari Juni 2024.

Apa yang Belum Terjawab

Jadwal rilis akhir musim panas semakin dekat, namun beberapa detail operasional belum terungkap. Belum jelas apakah wallet bawaan ini kelak menggantikan bot @wallet atau membiarkan keduanya berjalan berdampingan. Daftar aset yang didukung selain Gram juga masih menjadi misteri, beserta taktik Telegram menyederhanakan manajemen kunci pribadi bagi jutaan pengguna non-kripto.

Balaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki

Memaksa orang awam menyimpan deretan kata sandi rahasia adalah celah terbesar adopsi massal kripto selama ini. Bagi pengguna Telegram biasa, kemudahan pemakaian pada akhirnya jadi hakim penentu - apakah wallet baru ini benar-benar terpakai, atau sekadar jadi ikon menu tambahan yang tak pernah disentuh.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share