Langkah masuk Grup Samsung ke pasar aset digital makin dalam. Divisi IT mereka, Samsung SDS, mengumumkan diskusi kerja sama dengan Dunamu - operator Upbit, bursa kripto terbesar di Korea Selatan. Kedua perusahaan berencana membangun infrastruktur stablecoin, sistem aset digital, dan model pembayaran berbasis AI.
CEO Samsung SDS Lee Jun-hee membuka rencana ini ke publik dalam laporan pendapatan kuartal kedua pada Kamis, 30 Juli 2026. Arah kerja sama ini menggabungkan kapabilitas IT, cloud, dan keamanan siber milik Samsung SDS dengan keahlian blockchain Dunamu. Targetnya jelas: memimpin pasar infrastruktur keuangan digital di kawasan itu.
Langkah Strategis, Bukan Sekadar Investasi
Hubungan dua entitas ini sebenarnya sudah terjalin lewat jalur kepemilikan. Pada Mei 2026, tiga afiliasi Samsung - Samsung Securities, Samsung SDS, dan Samsung Card - sepakat membeli 4% saham Dunamu. Pembelian gabungan ini menancapkan pengaruh Samsung di sektor aset digital Korea Selatan.
Menurut Lee, pembelian saham Dunamu itu merupakan langkah strategis, bukan investasi finansial biasa. Saat ini, kedua perusahaan tengah menyusun dan mematangkan model bisnis bersama untuk infrastruktur keuangan digital yang lebih luas.
Samsung SDS sendiri mengklaim mereka sudah memegang kapabilitas bisnis terdiferensiasi di bidang ini. Pengalaman itu datang dari keterlibatan mereka dalam proyek platform sekuritas tokenisasi milik Korea Securities Depository. Modal pengalaman ini kini dialihkan untuk proyek stablecoin bersama Dunamu.
Daya Komputasi untuk Ekosistem Baru
Kabar diskusi ini muncul hanya beberapa hari setelah Samsung Electronics mengumumkan dukungan stablecoin di platform pembayaran Samsung Wallet. Rangkaian pergerakan ini mengindikasikan strategi terkoordinasi antar lini bisnis Samsung Grup untuk mengadopsi layanan Web3 dan kripto sepenuhnya.
Ambisi itu didukung oleh kapasitas teknis yang terus membengkak. Pada kuartal kedua 2026, Samsung SDS mencetak kenaikan pendapatan 5,9% menjadi 3,72 triliun won Korea atau setara $2,6 miliar. Motor pendorong utamanya adalah bisnis cloud yang tumbuh 17%, dengan layanan cloud eksternal melonjak tajam hingga 75%.
📌 Baca JugaTether Bawa USAT ke Celo - Incar Uang Gaji $11 Triliun Milik Pekerja AS
Perusahaan bersiap menopang sistem AI dan infrastruktur digital masa depan dengan ekspansi daya komputasi. Kapasitas infrastruktur AI mereka dijadwalkan naik dari 110 MW saat ini menjadi 230 MW pada 2029, lalu menembus 800 MW di tahun 2031.
Hingga berita ini ditulis, pihak Samsung SDS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar lebih lanjut. Sementara itu, Dunamu memilih menolak berkomentar soal detail diskusi infrastruktur ini.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




