Mantan Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kripto kini menjadi hal besar karena masyarakat mulai meninggalkan uang tunai demi membayar dengan Bitcoin. Mengutip cuitan akun @WatcherGuru di X yang mendulang 3.968 suka dan 372 retweets, Trump memandang maraknya penggunaan Bitcoin mengurangi beban dolar dan membawa dampak positif bagi negaranya. Sorotan serupa datang dari Cointelegraph yang mencatat 488 suka saat membagikan ulang pernyataan ini.
Komentar ini mendarat tepat ketika fondasi makroekonomi Amerika Serikat sedang goyah. Laporan ketenagakerjaan terbaru untuk bulan Juli mengungkap ekonomi kehilangan 23.000 lapangan kerja. Angka minus ini meleset jauh dari ekspektasi awal pasar yang memprediksi penambahan 80.000 pekerja baru. Data Non-Farm Payroll (NFP) yang mengecewakan ini langsung berimbas pada kebijakan moneter, memangkas probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September dari 55% menjadi 46%.
Bukan Bitcoin yang Butuh Aturan
Ketika dukungan lisan terhadap kripto menguat, langkah regulasi di Washington justru jalan di tempat. Pemungutan suara untuk RUU CLARITY sebagai landasan aturan industri kripto resmi ditunda hingga bulan September. Penundaan sepihak oleh Senat ini memancing kritik pedas dari pendiri MicroStrategy, Michael Saylor.
“Bitcoin tidak butuh kejelasan. Amerika yang butuh kejelasan,” tegas Saylor. Pernyataannya menyindir kelambanan para pembuat undang-undang merespons adopsi aset digital yang makin meluas. Menariknya, pasar merespons dinamika penundaan ini dengan tenang. Harga Bitcoin tetap stabil berayun di kisaran $64.000 hingga $65.000, tanpa menunjukkan tanda kepanikan atas mandeknya RUU CLARITY.
Kontras Nyata di Tengah Tekanan Dolar
Klaim Trump bahwa warga perlahan melupakan uang tunai menyoroti kesenjangan mencolok antara inovasi aset digital dan kondisi riil ekonomi AS. Saat Bitcoin mulai menjalankan peran sebagai alat bayar alternatif untuk mengurangi tekanan mata uang fiat, pasar tenaga kerja tradisional justru gagal memenuhi target pertumbuhan. Melemahnya data tenaga kerja ini memaksa pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap langkah The Fed bulan depan.
📌 Baca JugaPemegang Lama Keluarkan 210.000 BTC dalam Sepekan - Tapi Ini Eksodus Keamanan, Bukan Sinyal Jual
Turunnya peluang kenaikan suku bunga acuan memberi sedikit kelonggaran bagi pergerakan aset berisiko seperti kripto. Namun, sentimen positif ini kembali terbentur oleh lambatnya kepastian hukum. Pernyataan mendukung dari figur politik terbukti belum mampu mempercepat proses legislasi yang kerap tersandera birokrasi parlemen.
Bagi investor ritel yang memantau pergerakan ini, situasinya menuntut kesabaran ekstra. Memakai Bitcoin untuk transaksi harian mungkin mulai diakui kontribusinya bagi negara, tapi payung hukumnya tetap berada di tangan para senator yang kini memilih menunda pekerjaan mereka hingga bulan depan. Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




