Masa-masa harga kripto meroket tajam lalu jatuh hancur dalam sekejap kemungkinan besar tidak akan terulang lagi. Ben Nadareski, CEO platform DeFi berbasis Solana bernama Solstice, menyatakan dengan yakin bahwa pasar kripto tidak akan kembali mengulangi siklus boom-bust ekstrem seperti yang melanda industri pada tahun 2017 dan 2021 silam.
Perubahan struktur pasar ini dikendalikan langsung oleh likuiditas. Likuiditas pada berbagai pasangan trading kripto utama terus meningkat tajam, bahkan ketika pasar sedang berada dalam fase bear market. Bantalan dana yang makin tebal di bursa ini mengurangi kondisi rentan yang sebelumnya selalu memicu ayunan harga ekstrem.
Dominasi Modal Institusional
Nadareski mencatat ekosistem kripto saat ini lebih banyak menyerap modal institusional dan kekayaan rumah tangga dalam porsi besar. Kehadiran barisan pemain kelembagaan ini menggantikan dominasi aktivitas trading spekulatif murni yang dulu menguasai arah pergerakan harga aset.
“Kita tidak mau mengulang 2017. Kita tidak mau mengulang 2021. Kita tidak mau melalui fluktuasi masif seperti itu lagi,” kata Nadareski, menegaskan tuntutan pasar yang kini mencari stabilitas.
Selain membahas siklus pasar, Nadareski turut memprediksi pasar stablecoin di dalam ekosistem Solana akan terus mencetak pertumbuhan. Ia memberi catatan tegas bahwa komentarnya murni merupakan perspektif investasi pribadi dan tidak mewakili kebijakan resmi Solstice.
Volatilitas Anjlok Separuh
Analisa bos Solstice itu terkonfirmasi langsung oleh angka di lapangan. Laporan riset pasar edisi Desember 2025 dari Glassnode dan Fasanara Digital mengungkap volatilitas satu tahun Bitcoin telah anjlok dari 84,4% menjadi 43%. Penurunan tajam volatilitas ini terjadi berkat kedalaman pasar yang membaik dan partisipasi institusi yang kian merata.
๐ Baca JugaBitcoin Tembus $85.000 Usai Telan Badai Makro Tiga Arah - $648 Juta Posisi Short Lenyap
Komentar Nadareski muncul bertepatan dengan momentum derasnya aliran uang segar ke pasar. Produk investasi ETF spot Bitcoin tercatat baru saja membukukan arus masuk modal senilai hampir $1 miliar. Dalam periode pelaporan yang sama, harga Bitcoin sanggup mencetak reli hingga 44% hanya dalam rentang waktu satu kuartal.
Anthony Scaramucci dari firma investasi SkyBridge Capital menyepakati pandangan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin kini teredam oleh derasnya masuknya investor institusional dan arus modal ETF spot Bitcoin. Pola siklus historis itu belum hilang sepenuhnya dari pasar, tapi daya kejutnya kini jauh berkurang. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bitcoin Naik 28% Saat Mayoritas Altcoin Anjlok 74% - Tapi Sentimen The Fed Memutar Balik Tren
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




