Trump Media kembali memangkas kepemilikan aset kriptonya dengan melepas 2.628 BTC senilai $165,07 juta. Menurut pelacakan data on-chain oleh akun @lookonchain di X, transaksi terbaru ini memperpanjang aksi jual yang terus dilakukan perusahaan, bahkan ketika pasar kripto sedang berada di bawah tekanan harga.
Angka ratusan juta dolar hari ini bukan buah dari ambil untung, melainkan likuidasi yang ditebus dengan harga mahal.
Beban Modal $118.522 per Keping
Untuk memahami beratnya kerugian ini, kita perlu menengok titik masuk Trump Media ke pasar kripto. Pada fase akumulasi, mereka mengerahkan modal $1,37 miliar demi memborong 11.542 BTC. Titik paling rentan dari langkah investasi ini adalah level harga masuk mereka. Perusahaan mengeksekusi pembelian belasan ribu keping itu pada harga rata-rata $118.522 per BTC. Angka ini membebani neraca perusahaan saat ini, mengingat harga pasar Bitcoin jauh di bawah batas pembelian rata-rata mereka.
Sadar bahwa harga tidak kunjung membaik, perusahaan mulai mencairkan asetnya sejak tujuh bulan lalu. Sepanjang periode itu, Trump Media telah melepas total 7.281 BTC ke pasar terbuka. Dari seluruh keping yang terjual, perusahaan hanya mengantongi uang tunai $545 juta. Kalkulasi ini menunjukkan harga jual rata-rata aset mereka jatuh ke level $74.855 per keping. Selisih antara harga beli awal dan harga realisasi ini menciptakan lubang kerugian puluhan ribu dolar untuk setiap Bitcoin yang dipindahtangankan.
Dua Institusi Berdarah Bersama
Rentetan penjualan di bawah harga modal ini akhirnya menumpuk menjadi beban riil. Hingga hari ini, kerugian yang ditanggung Trump Media dari portofolio Bitcoin mereka telah menembus $555 juta. Fakta bahwa manajemen tetap mencairkan aset di tengah kondisi pasar yang tertekan mengisyaratkan satu hal penting. Opsi menunggu harga kembali ke level $118.000 dikesampingkan demi mengamankan likuiditas dolar sesegera mungkin.
Pukulan finansial akibat kejatuhan harga ini tidak menimpa Trump Media sendirian. Pemain korporasi besar lainnya, MicroStrategy (MSTR), ikut merasakan kejatuhan nilai investasi mereka. Dalam kurun waktu berdekatan, MSTR dilaporkan menelan kerugian portofolio senilai $8,22 miliar. Dua entitas besar yang sempat memimpin tren masuknya institusi ke pasar kripto kini harus menelan kenyataan bahwa keduanya sama-sama berdarah akibat penurunan nilai aset.
📌 Baca JugaKesulitan Mining Bitcoin Cetak Penurunan Langka Sejak 2021 - Mesin Mulai Berpaling ke AI
Pemandangan ini mematahkan narasi bahwa institusi selalu punya strategi anti-gagal. Saat tekanan pasar dan kebutuhan likuiditas datang berbarengan, korporasi dengan modal paling tebal sekalipun terpaksa menelan kerugian ratusan juta dolar. Pada akhirnya, mereka pun ikut menekan harga pasar dengan menjual rugi aset miliknya.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




