Uniswap resmi mengubah arsitektur keuangannya setelah proposal UNIfication disahkan dengan dukungan 99,9%. Bursa desentralisasi ini mengaktifkan mekanisme sakelar biaya (fee switch), memotong sekitar seperenam dari biaya transaksi harian - setara 5 basis poin - yang sebelumnya masuk utuh ke penyedia likuiditas, lalu mengalirkannya langsung ke kas protokol bernama TokenJar.
Dampaknya langsung terasa pada pembukuan internal mereka. Sejak mekanisme ini menyala pada Desember 2025 lalu, pendapatan yang masuk ke brankas protokol mencapai $23,15 juta hanya dalam waktu delapan bulan. Ark Invest bahkan merilis estimasi bahwa kebijakan ini berpotensi memusnahkan pasokan token UNI hingga $90 juta setiap tahunnya, setara dengan pengurangan 1,5% dari total token beredar di pasar saat ini.
Beli dan Bakar Demi Keamanan Hukum
Uang yang terkumpul di TokenJar tidak didiamkan apalagi dibagikan sebagai dividen. Protokol rutin menukar simpanan biaya ini menjadi Ethereum (ETH) atau stablecoin USDC. Dana segar hasil penukaran ini kemudian dilempar kembali ke pasar terbuka untuk membeli token UNI, sebelum akhirnya dikirim ke dompet mati alias dibakar selamanya. Sebagai pembuka jalan, peluncuran awal sistem ini ditandai dengan pemusnahan instan 100 juta token UNI senilai $400 juta.
Langkah beli dan bakar ini bukan sekadar manuver menaikkan nilai token. Format ini dirancang spesifik untuk melewati aturan regulator keuangan Amerika Serikat. Dengan memilih rute mengurangi pasokan beredar alih-alih menyalurkan dividen langsung ke pemegang token, Uniswap berusaha menghindari produknya diklasifikasikan sebagai sekuritas oleh pengawas hukum.
Satu Aturan untuk Tujuh Jaringan
Penerapan aturan potong biaya ini tidak berhenti di satu tempat. Ekspansi lanjutan lewat pengesahan Proposal 100 membawa mekanisme fee switch ini ke seluruh kolam likuiditas Uniswap versi 4 yang beroperasi melintasi tujuh jaringan blockchain berbeda.
Data menunjukkan adopsi lintas rantai ini mulai menggeser peta dominasi volume transaksi. Base - jaringan Layer 2 buatan bursa Coinbase - kini tampil sebagai penyumbang volume perdagangan terbesar kedua bagi protokol, mengungguli Arbitrum di tempat ketiga.
📌 Baca JugaVoting Buyback NEST Bikin LDO Rebound 5% - Tapi Proposal Baru Ethereum Siap Pangkas Reward Mendekati Nol
Keputusan menyusutkan pasokan token perlahan membuktikan pergeseran cara pandang proyek kripto. Saat ini, merancang struktur keuangan protokol tak lagi murni soal menarik dana, tapi soal mencari celah aman agar produk mereka tidak berujung di meja hijau pengadilan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




