Upbit Korea resmi menetapkan Sophon (SOPH) sebagai aset berstatus ‘trading-caution’ mulai 22 September 2026 pukul 15.00 KST. Peringatan bursa itu berlaku merata untuk pasangan perdagangan SOPH/KRW, SOPH/BTC, dan SOPH/USDT. Bersamaan dengan terbitnya pemberitahuan itu, layanan setoran untuk aset SOPH langsung diblokir sepenuhnya ke dalam platform.
Langkah penangguhan ini diambil setelah Upbit menemukan banyak kekurangan dari pihak pengembang. Rincian masalahnya mencakup celah pada keterbukaan informasi, perubahan sepihak pada rencana sirkulasi token, serta cacat dalam prosedur tim proyek saat mengubah aturan koin mereka. Bursa menilai rangkaian ketidaksesuaian itu menyimpan potensi kerugian pengguna yang nyata.
Setoran SOPH yang masuk setelah batas waktu pukul 15.00 KST tidak akan ditambahkan ke saldo akun pengguna. Token kripto yang telat dikirim itu akan dikembalikan penuh ke alamat asal pengirim. Meski jalur masuk dana ditutup, layanan jual beli di pasar spot bagi pemilik token di dalam platform dibiarkan beroperasi normal selama masa evaluasi.
Tiga Nasib di Ujung Peninjauan
Periode peninjauan untuk menilai nasib proyek Sophon akan berjalan dari tanggal 22 September hingga batas akhir antara 12 sampai 16 Oktober 2026. Saat masa investigasi usai, manajemen bursa dihadapkan pada tiga opsi keputusan akhir. Status peringatan itu bisa dicabut jika pengembang mengamankan persetujuan baru, diperpanjang untuk penyelidikan lanjutan, atau berujung pada hukuman delisting dari semua layar transaksi bursa.
Langkah Terpisah dari Binance
Pada hari yang sama saat pengumuman Upbit tayang, Binance turut mengambil langkah penertiban aset. Bursa kripto global itu menjadwalkan penghapusan tujuh pasangan perdagangan spot yang memakai patokan USDC. Proses penutupan akses transaksi ketujuh aset itu ditetapkan berlaku mulai 3 September 2026 pukul 03.00 UTC.
Pasangan token yang dipangkas dari daftar layanan spot Binance meliputi AIXBT/USDC, DOLO/USDC, ENJ/USDC, HUMA/USDC, SXT/USDC, TNSR/USDC, dan TURTLE/USDC. Berbeda dengan Upbit yang menyelidiki cacat prosedural pengembang, Binance berpijak pada angka kinerja pasar. Manajemen bursa menyebut faktor likuiditas dan volume perdagangan yang buruk sebagai alasan utama mereka membuang kelompok aset itu dari pasar.
๐ Baca JugaPasar Prediksi Robinhood Cetak 4,7 Miliar Transaksi Sebulan - Tapi Target Utamanya Bukan Lagi Taruhan Olahraga
Dua Alasan Penertiban Pasar
Dua aksi pembersihan dari bursa berbeda ini terjadi berbarengan dalam hari yang sama, namun berangkat dari masalah operasional yang terpisah. Binance mencopot token akibat minat beli pengguna yang kian memudar, sementara Upbit merespons pelanggaran laporan tim proyek. Bagi pelaku pasar, langkah serentak ini memberi penegasan. Sebuah aset kripto tidak hanya dituntut menjaga volume transaksi harian, tetapi juga memikul beban wajib lapor saat menyusun perubahan sirkulasi pasokan kepada penyedia sarana dagang mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bursa Kripto Jual Saham Nasdaq - Coinbase Buka Akses IPO Oura 50 Juta Lembar Mulai Minggu Ini
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




