Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) resmi menggugat Negara Bagian Utah dan Jaksa Agung Derek Brown di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utah pada Senin waktu setempat. Gugatan federal ini dilayangkan sepekan setelah Jaksa Agung Utah menuntut bursa prediksi Kalshi dan afiliasinya ke pengadilan. Otoritas Utah berupaya memulihkan keuntungan hingga $60 juta (sebelumnya dilaporkan mencapai $61 juta) atas tuduhan bahwa platform itu memfasilitasi perjudian ilegal.
CFTC menolak tuduhan perjudian itu dan menegaskan kedudukan hukum produk yang ditawarkan bursa prediksi. Menurut CFTC, kontrak peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di platform bursa prediksi merupakan instrumen swap di bawah payung Commodity Exchange Act federal. Selain berstatus swap, penyedia bursa seperti Kalshi juga memegang status resmi sebagai Designated Contract Markets (DCM).
Ketua CFTC Mike Selig menegaskan bahwa regulator federal memiliki yurisdiksi eksklusif atas bursa komoditas derivatif di Amerika Serikat. Selig menyatakan tindakan aparat penegak hukum negara bagian yang berupaya memblokir produk yang telah disetujui CFTC melanggar prinsip preemption hukum federal. Gugatan di pengadilan distrik ini mempertegas batas wewenang antara pengawas komoditas nasional dan jaksa wilayah.
Status Swap Melawan Tuduhan Judi Daerah
Langkah hukum Derek Brown bermula ketika kejaksaan Utah menuntut Kalshi dan entitas afiliasinya dengan dalih pelanggaran undang-undang perjudian. Otoritas negara bagian berusaha menarik kembali keuntungan operasional Kalshi yang bernilai $60 juta hingga $61 juta. Bagi regulator federal, gugatan daerah itu menabrak izin resmi yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada bursa yang bersangkutan.
Penetapan kontrak peristiwa sebagai swap menempatkan pengawasan Kalshi sepenuhnya di bawah mandat Commodity Exchange Act federal. Di bawah status DCM, bursa derivatif beroperasi menurut standar dan persetujuan pengawas tingkat nasional. Tindakan Utah yang memperkarakan produk berizin CFTC dinilai mengabaikan prinsip bahwa regulasi federal mengesampingkan penegakan hukum negara bagian.
Konfrontasi Yurisdiksi Meluas ke 10 Negara Bagian
Perselisihan di Utah memperluas konfrontasi hukum antara pemerintah federal dan otoritas negara bagian di Amerika Serikat. CFTC kini menghadapi sengketa serupa di 10 negara bagian yang berusaha menerapkan aturan perjudian lokal pada bursa prediksi. Di antara perlawanan itu, Negara Bagian New Jersey bahkan telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung AS untuk mempertahankan wewenang pengawasan lokal mereka.
๐ Baca JugaBinance Ajukan Lisensi Operasi di Brasil Jelang Tenggat 30 Oktober - Tapi 22 Kripto Dicoret dan Layanan Margin Disetop
Perdebatan yurisdiksi ini juga memicu silang pendapat dari mantan perumus regulasi keuangan AS. Mantan Ketua SEC Gary Gensler dan mantan Senator Chris Dodd sebelumnya mengajukan pandangan sahabat pengadilan (amicus brief) yang menentang tafsir CFTC. Gensler dan Dodd berargumen bahwa Undang-Undang Dodd-Frank tidak pernah menyerahkan pengawasan taruhan dari negara bagian kepada CFTC.
Bagi pelaku pasar bursa prediksi dan pengguna kontrak peristiwa, persidangan di Utah menjadi penentu arah kepastian operasional bursa di AS. Putusan hakim kelak membuktikan apakah izin bursa dari CFTC cukup untuk melindungi aktivitas perdagangan di tingkat nasional, atau penyelenggara harus terus menghadapi tuntutan hukum terpisah di tiap negara bagian. Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: NBA Gandeng Kalshi dan Polymarket Jadi Mitra Resmi - Saat Utah Gugat Biaya Hingga $61 Juta
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




