Bitcoin kembali jatuh ke bawah $80.000 dalam 24 jam terakhir per 26 Oktober 2026. Pelemahan ini terjadi seiring koreksi pada saham-saham teknologi dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pengumuman suku bunga Federal Reserve pada Rabu. Di saat yang sama, skeptisisme pasar terhadap tingginya valuasi saham sektor kecerdasan buatan (AI) ikut menekan selera risiko global.
Peneliti senior HashKey, Tim Sun, menyebut penurunan harga Bitcoin “terutama didorong koreksi luas aset berisiko global.” Tekanan di pasar kripto semakin berat setelah produk ETF Bitcoin spot menghadapi arus modal keluar, sementara likuidasi posisi dengan leverage di pasar derivatif ikut mempercepat laju aksi jual.
Alasan Modal Bergeser ke Stablecoin
Tekanan dari ranah makroekonomi kini memegang peranan besar terhadap pergerakan aset kripto. Daniela Hathorn dari Capital.com menjelaskan bahwa laju inflasi yang persisten, tingginya imbal hasil obligasi, serta ekspektasi pengetatan moneter lanjutan dari The Fed terus mengurangi minat pasar terhadap aset spekulatif. Keputusan suku bunga bank sentral pada Rabu mendatang serta rilis laporan laba perusahaan teknologi besar dinilai Hathorn bisa sama pentingnya bagi Bitcoin seperti perkembangan internal ekosistem kripto. Menurutnya, sikap The Fed yang lebih hawkish berpeluang memperkuat nilai dolar AS sekaligus menekan harga aset berisiko.
Stephen Wundke dari Algoz memandang level $80.000 sebagai batas psikologis yang penting bagi pelaku pasar. Namun, Wundke menilai kekhawatiran yang lebih mendasar terletak pada penurunan volume perdagangan. Penyusutan aktivitas transaksi itu terjadi akibat langkah para investor yang memilih memindahkan modal keluar dari altcoin menuju stablecoin untuk membatasi risiko kerugian.
Area $75.000 Jadi Support Kritis Berikutnya
Untuk menjaga kelanjutan tren bullish, Bitcoin perlu mempertahankan level $82.000 yang sebelumnya menjadi titik awal reli harga pada Agustus hingga September. Jika harga gagal bertahan di atas area itu, pelemahan diperingatkan bisa memicu koreksi lebih luas selama ketidakpastian makroekonomi masih berlanjut.
Tim Sun mengingatkan, apabila penurunan berlanjut melampaui level saat ini, area $75.000 akan menjadi batas support kritis berikutnya bagi Bitcoin. Mengingat agenda pasar pekan ini dipadati keputusan suku bunga bank sentral dan pengumuman kinerja korporasi teknologi besar, tingkat volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Bagi pelaku pasar kripto, rangkaian agenda pekan ini menempatkan keputusan bank sentral sebagai penentu langsung arah pergerakan harga. Mengingat volume perdagangan sedang menipis dan risiko ayunan harga masih terbuka lebar, membatasi eksposur sebelum sikap resmi The Fed diumumkan menjadi pertimbangan yang paling masuk akal.
๐ Baca JugaSpot Bitcoin ETF Catat Arus Masuk $301 Juta - Tapi Peluang Turun ke $77.500 Naik ke 43%
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Bitcoin Sentuh $79.700 Usai Laporan Evakuasi Personel AS - Likuidasi Posisi Long Capai $838 Juta
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




