Institusi keuangan Wall Street kembali melirik jaringan blockchain privat. Vivek Raman, CEO dan Co-founder Etherealize, memperingatkan tren ini tak lebih dari sekadar perlombaan menuju dasar. Jaringan tertutup diyakini hanya akan mengulangi kesalahan masa lalu alih-alih membuka potensi teknologi buku besar terdistribusi.
Raman menyoroti beberapa proyek seperti Canton Network dari Digital Asset, ARC dari Circle, dan Tempo milik Stripe. Dia melabeli inisiatif ini sebagai rantai konsorsium versi 2.0. Sistem privat ini membangun sekat yang tak saling terhubung. Kondisi ini meredam interoperabilitas dan menahan likuiditas global, dua hal yang bebas mengalir di blockchain publik seperti Ethereum atau Solana.
Mengulang Kegagalan Konsorsium Lama
Sejarah menyimpan catatan buruk soal jaringan eksklusif antarbank. Pada 2016, sederet bank besar bergabung membentuk konsorsium R3 dan Hyperledger. Usaha itu runtuh cepat. Raksasa keuangan seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Santander serempak keluar dari R3 bahkan sebelum tahun itu berakhir.
Christian Catalini dari MIT Cryptoeconomics Lab melihat pola yang sama sedang terjadi hari ini. Fase sekarang diwarnai penjualan produk korporasi ke perusahaan besar. Menurut Catalini, pendekatan ini berisiko meniadakan keunggulan kompetitif blockchain. Semua manfaat desentralisasi menguap begitu aturan main ditentukan oleh entitas jangkar terpilih.
Arah Berbeda dari BlackRock
Di tengah tren jaringan tertutup, BlackRock justru menempuh jalur berbeda. Dana mereka yang berbasis Ethereum, BUIDL, mulai mematuhi kerangka regulasi stablecoin AS bernama GENIUS Act. Langkah manajer aset terbesar dunia ini menegaskan adopsi institusional bisa bersandar pada jaringan publik terbuka asalkan regulasinya jelas.
Etherealize sendiri berdiri di kubu jaringan terbuka. Startup ini lahir dari hibah awal Vitalik Buterin dan Ethereum Foundation pada Januari 2025. Mereka lalu mengantongi pendanaan Seri A senilai $40 juta pada tahun yang sama untuk mengembangkan ekosistem publik.
๐ Baca JugaCoinbase Rancang Sistem Transaksi USDC Baru - Tapi Target Penggunanya Kini Bukan Lagi Manusia
Pada akhirnya, pilihan antara jaringan publik dan privat adalah soal memperebutkan kendali. Bank mungkin merasa lebih aman bermain di pekarangan sendiri berpagar tinggi. Namun bagi pengguna dan investor luas, likuiditas sejati lambat laun akan mengalir ke laut lepas yang tak menuntut izin masuk.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




