Seorang paus kripto kembali membongkar muatan dengan menjual 923.743 token HYPE senilai $53,02 juta. Aksi jual ini merupakan putaran kedua setelah entitas yang sama melepas 1,03 juta HYPE seharga $57,44 juta dua minggu lalu.
Menurut akun analitik on-chain @lookonchain di X, rentetan distribusi ini membuat pasar harus menelan tambahan pasokan sekitar 1,95 juta HYPE dalam rentang empat belas hari terakhir. Total likuidasi ini setara dengan lebih dari $110 juta uang tunai yang ditarik keluar dari perputaran pasar. Pemilik dompet ini pada awalnya tercatat memegang 2,93 juta token HYPE dengan taksiran nilai awal $163,37 juta. Kini, saldo yang tersisa di dompetnya tinggal 969.595 HYPE atau bernilai $55,5 juta.
Beban Pasokan di Tengah Mode Risk-off
Bagi Hyperliquid, distribusi beruntun ini datang di saat yang kurang menguntungkan. Token HYPE lahir dari platform bursa derivatif terdesentralisasi (DEX) yang berfokus melayani perdagangan perpetual futures. Proyek ini sempat menuai perhatian publik dan viral karena narasi kuatnya sebagai protokol DeFi yang mampu menandingi kecepatan dan likuiditas bursa terpusat (CEX).
Kini narasi itu harus berhadapan langsung dengan hukum penawaran dan permintaan murni. Pelepasan token dengan ukuran puluhan juta dolar dari satu tangan tunggal otomatis menghadirkan tekanan jual yang tajam pada grafik harga HYPE. Order book harus menampung ratusan ribu token baru, memaksa sisi pembeli menyerap pasokan ekstra ketika uang segar di ekosistem justru sedang menyusut.
Kondisi pasar makro hari ini makin memperberat posisi harga token. Bersamaan dengan penjualan HYPE ini, instrumen arus utama seperti ETF Bitcoin spot mencatat arus dana keluar hingga $131 juta. Bitcoin sebagai jangkar pasar juga terseret mundur ke level $62.800. Rentetan indikator ini menegaskan konteks pasar yang sedang berada dalam mode penghindaran risiko, di mana pemodal lebih memilih memegang uang tunai ketimbang mengambil posisi pada aset seperti altcoin.
Nasib Sisa Saldo Jutaan Dolar
Perhatian para pelaku pasar kripto sekarang tertuju pada nasib 969.595 token HYPE yang masih berada di dompet pelaku. Mengingat nilainya masih menyentuh angka $55,5 juta, sisa kepemilikan ini punya bobot untuk memicu guncangan serupa jika kembali dilempar ke pasar terbuka. Keputusan entitas ini menguangkan sebagian besar kepemilikannya dalam jarak waktu hanya dua minggu memperlihatkan tren keluar bertahap yang konsisten.
๐ Baca JugaBank Terbesar Swiss Borong ETF Bitcoin 230% Jadi $90 Juta - Padahal Pasar Sedang Buang Muatan $72 Juta
Bagi para pedagang eceran, rentetan transaksi paus ini menjadi pengingat konkret tentang cara kerja pasar kripto. Tidak peduli seberapa kuat teknologi atau seberapa viral sebuah proyek saat meluncur, pergerakan harga pada akhirnya akan selalu diuji oleh keseimbangan pembeli melawan satu atau dua pemegang awal yang memutuskan sudah waktunya untuk mencetak untung.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




