Bursa kripto HTX dan badan pengawas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), akhirnya duduk di meja perundingan. Setelah berbulan-bulan putus kontak tanpa kejelasan, kedua pihak kini berupaya mencari kesepakatan damai atas gugatan promosi kripto ilegal yang diduga menyasar konsumen Inggris. Menyusul perkembangan ini, Mahkamah Tinggi memutuskan pada 25 Juni lalu untuk memberi perpanjangan waktu negosiasi selama dua bulan ke depan, sekaligus menghentikan seluruh proses persidangan sementara waktu.
Gugatan yang diajukan FCA pada Oktober 2025 ini tercatat sebagai kasus pertama di pengadilan Inggris yang khusus menindak perusahaan kripto akibat pelanggaran aturan pemasaran. Otoritas setempat menargetkan entitas Huobi Global yang berbadan hukum di Panama, berikut operator bursa HTX yang identitas resminya tidak disebutkan gamblang. Fokus utamanya adalah pelanggaran aturan promosi finansial kripto yang sudah resmi diberlakukan di Inggris sejak Oktober 2023.
Kenapa FCA Sempat Kesulitan Melacak Operasi HTX
Pada tahap awal penyelidikan, FCA menemui jalan buntu. Otoritas itu mengungkap bahwa bursa kripto yang terhubung dengan Justin Sun - pendiri jaringan Tron yang mengambil alih saham pengendali pada 2022 - memiliki struktur operasional yang tidak transparan. Kondisi ini membuat komunikasi antara regulator dan pihak bursa sempat terputus hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya negosiasi kembali terbuka.
Tidak hanya menyeret HTX ke pengadilan, FCA melangkah lebih jauh dengan memutus akses platform ini di ranah digital Inggris. Otoritas mendesak berbagai platform media sosial memblokir akun-akun resmi HTX khusus bagi pengguna lokal. Di saat yang sama, aplikasi mereka juga diminta agar dihapus permanen dari seluruh penyedia bursa aplikasi (app store) yang beroperasi di wilayah hukum itu. Menanggapi gempuran ini, pihak HTX mengeluarkan sanggahan singkat yang menegaskan bahwa produk dan layanan mereka sejak awal tidak ditujukan untuk pengguna di Inggris.
Jejak Dana Rusia di Balik Kasus Pemasaran
Meski berdalih tidak membidik pasar lokal, sorotan pemerintah Inggris terhadap entitas eks Huobi ini tidak berhenti pada masalah iklan. Pada 26 Mei lalu, Inggris menjatuhkan sanksi berat terhadap Huobi Global S.A. sebagai bagian dari paket tindakan tegas yang menargetkan jaringan A7 pro-Rusia. Sanksi negara itu mencakup pembekuan aset serta pembatasan arus pembayaran yang mematikan ruang gerak entitas terkait.
๐ Baca JugaKalshi Terpukul di Washington - Pasar Prediksi Politik dan Olahraga Kena Blokir Paksa
Rentetan hukuman itu belum cukup. Pemerintah juga menambah lapis sanksi berupa pembatasan layanan internet bagi platform ini, ditambah dengan larangan untuk memberikan layanan perwalian aset atau trust services. Tekanan dari dua arah - pengadilan sipil dan sanksi negara - menempatkan operasi HTX di Inggris dalam status siaga.
Data analisis on-chain memperlihatkan kenapa otoritas Inggris bertindak sejauh ini. Laporan dari perusahaan intelijen blockchain Global Ledger mencatat bahwa HTX memproses sekitar $21,06 miliar aliran dana kripto yang dikategorikan berisiko tinggi sepanjang tahun 2021 hingga Mei 2026. Dari tumpukan angka itu, senilai $7,64 miliar terhubung langsung dengan berbagai entitas asal Rusia dan pasar gelap internet (darknet).
Kasus perdata FCA melawan HTX mungkin pada akhirnya berujung pada denda atau kesepakatan tertutup. Tapi penghentian satu masalah pemasaran tidak akan serta-merta menutup jejak miliaran dolar aliran dana gelap yang membuat bursa ini terjerat dalam daftar sanksi. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




