Tekanan jual datang dari berbagai penjuru. Bitcoin tergelincir 2% dari $63.895 ke level terendah harian $62.667 pada 14 Agustus 2026. Penurunan ini didorong dua gelombang besar: institusi yang keluar dan pemain kakap yang bertaruh harga akan terus turun.
Akun pelacak on-chain @lookonchain mendeteksi dompet berkode 0xff84 baru saja membangun posisi short sebanyak 2.000 BTC. Taruhan senilai $125,37 juta ini menjadi posisi short on-chain Bitcoin terbesar saat ini. Taruhan itu mulai membuahkan hasil dengan keuntungan belum terealisasi sebesar $1,79 juta, namun posisinya akan terlikuidasi paksa jika Bitcoin menyentuh kembali level $63.528,92.
Dua Arah yang Berlawanan
Manuver short ini terjadi bertepatan dengan mundurnya arus dana institusional. Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih total $192 juta selama dua sesi perdagangan berturut-turut. Tekanan bertambah ketika firma investasi Strategy menjual 1.690 BTC senilai sekitar $109 juta untuk membeli kembali saham preferen - menandai rentetan penjualan Bitcoin keempat mereka sejak bulan Juni.
Meski dominasi penjual terasa tebal, sebagian pemain besar memilih melawan arus. Sebuah dompet lain dengan awalan 19pFLW mengeksekusi pembelian 300 BTC senilai $19,03 juta sekitar lima jam lalu. Aksi borong ini menambah timbunan aset dompet itu menjadi 1.120 BTC senilai $70,43 juta, dengan harga rata-rata masuk di $69.294.
Teknikal Memihak Penjual
Di atas kertas, indikator pasar belum menunjukkan jeda bagi pembeli. Bitcoin kini diperdagangkan di bawah titik tengah Bollinger Band harian pada $63.992, batas yang menempatkan kendali penuh di tangan penjual. Sinyal pesimis dipertegas oleh indikator tren Aroon, di mana Aroon Down menguat ke angka 64,29% berbanding Aroon Up yang terjungkal ke 7,14%.
Arus uang pun mengalir searah. Indikator Chaikin Money Flow mencatat skor -0,08 pada rentang waktu empat jam, mengonfirmasi volume jual mengalahkan volume beli. Peta panas likuidasi dari CoinGlass melengkapi gambaran ini dengan menunjuk konsentrasi posisi leverage tebal yang bertumpuk di $62.200 - target harga yang siap tersapu andai pelemahan berlanjut.
Kenapa Pelemahan Dolar Tak Membantu?
Biasanya, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi pelumas bagi aset kripto. Tapi hari ini korelasinya putus: dolar melemah dan Bitcoin tetap jatuh. Para analis melihat anomali ini sebagai sinyal mentahnya permintaan murni di ekosistem kripto.
๐ Baca JugaInstitusi Tarik $131 Juta dari ETF Bitcoin - Tapi Uangnya Malah Pindah ke Dua Altcoin Ini
Beban eksternal meredam selera pasar terhadap aset berisiko. Minyak Brent bertahan mahal di atas $87 per barel sementara imbal hasil Treasury Amerika Serikat tenor 10 tahun menanjak mendekati 4,66%. Rilis data indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat bulan Juli yang stagnan dengan core PPI naik 0,2% membuat Bitcoin semakin tertinggal di belakang pasar ekuitas domestik.
Bagi investor ritel, benturan antara institusi yang membuang muatan dan whale yang berburu kepingan murah adalah peringatan keras. Anda sedang berselancar di arena yang sama dengan entitas bermodal ratusan juta dolar - dan manuver tunggal mereka mampu mengguncang harga seluruh pasar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




