Yield Guild Games (YGG) resmi menutup layanan YGG Play pada 31 Juli 2026 dan banting setir meninggalkan ekosistem gaming. Laporan The Defiant mencatat keputusan salah satu guild gaming kripto terbesar ini untuk beralih penuh ke bisnis data kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menutup era model bisnis play-to-earn yang sempat membuat YGG menguasai pasar kripto saat tren gaming meledak.
Dulu YGG bukan sekadar nama dalam ekosistem GameFi. Mereka membangun operasi besar yang menaungi ribuan scholars - sebutan bagi pemain yang meminjam aset digital untuk memainkan Axie Infinity dan game lainnya demi meraup token setiap hari. Kini, pergeseran tren industri dari model play-to-earn menuju infrastruktur AI memaksa mereka mengubah haluan bisnis.
Publisher Tradisional Ikut Menyerah
Gugurnya proyek gaming Web3 skala besar tidak hanya menimpa entitas asli kripto seperti YGG. Tren serupa menghantam pemain arus utama industri game. Ubisoft baru saja mengumumkan penutupan Champions Tactics, game NFT taktis andalan mereka, yang dijadwalkan mati pada Oktober 2026. Laporan ini dikonfirmasi oleh publikasi game utama seperti Kotaku dan PC Gamer.
Champions Tactics awalnya dirancang sebagai game blockchain dari studio AAA. Penutupannya menjadi penanda kegagalan eksperimen NFT gaming oleh publisher tradisional. Ketika perusahaan dengan modal besar dan pengalaman puluhan tahun menutup server mereka, masa depan proyek serupa dari studio besar ikut dipertanyakan.
Ironi Ekosistem Game Kecil
Namun angka di lapangan memperlihatkan sebuah kontras. Saat proyek GameFi mahal rontok, ekonomi game kripto skala kecil masih berputar. Data PlayToEarn menunjukkan beberapa judul game mencatat lonjakan P2E Score antara 800% hingga 860% hanya dalam 24 jam. Game seperti Zed Run, dCUBE, dan Rooster Fights justru menikmati traksi pengguna di saat nama-nama besar sibuk menutup layanan.
Pertumbuhan ekosistem kecil ini mengerucut pada beberapa infrastruktur blockchain utama. Solana memimpin sebagai mesin pendorong game kripto dengan catatan pertumbuhan aktivitas jaringan 93,79%. Angka ini disusul oleh Binance dengan kenaikan 51,2%, dan The Open Network (TON) yang tumbuh 38,25% menurut data PlayToEarn.
📌 Baca JugaUbisoft Matikan Server Champions Tactics 30 Oktober - Saat Studio AAA Menyerah, Game Indie Malah Tumbuh Ratusan Persen
Apa yang Tersisa dari GameFi
Dinamika yang berlawanan ini melukiskan peta baru industri GameFi. Proyek dengan biaya operasional tinggi terbukti rentan terhadap perubahan tren pasar, memaksa mereka pindah ke sektor AI. Sebaliknya, ekosistem game kecil yang berjalan di blockchain dengan biaya murah masih bisa menumbuhkan komunitasnya.
Kejatuhan YGG Play dan game andalan Ubisoft mempertegas satu hal: melabeli sebuah game dengan teknologi blockchain tidak lagi menjamin uang akan terus mengalir. Pasar kini menyortir keras siapa yang benar-benar bermain dan siapa yang hanya datang menunggangi tren.
Dilansir dari The Defiant.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




