Kelompok pemegang Bitcoin tua mulai gelisah di tengah konsolidasi harga. Aktivitas pemilik alamat dompet yang tidak memindahkan koinnya selama lebih dari lima tahun melonjak dua kali lipat sejak Mei 2026. Berdasarkan pergerakan rata-rata 90 hari, kelompok investor lama ini kini memindahkan sekitar 1.500 BTC setiap harinya.
Angka 1.500 BTC harian ini melonjak 56% dibandingkan catatan 24 Juni lalu. Pada waktu itu, pergerakan koin tua sempat jatuh di bawah angka 1.000 BTC untuk pertama kalinya sejak November 2024. Analis dari CryptoQuant, Darkfost, mengaitkan tren kenaikan terbaru dengan kecemasan para pemegang aset karena pergerakan harga Bitcoin yang mengalami konsolidasi berkepanjangan.
Kepanikan Migrasi, Bukan Aksi Jual
Pergerakan koin tua sering memicu spekulasi ritel, tetapi data on-chain menuntut pembacaan yang lebih jeli. Pergerakan dompet lama tidak otomatis berarti koinnya dijual. Aset itu bisa saja dipindahkan ke layanan kustodian baru, ditujukan untuk konsolidasi UTXO, atau murni langkah pengamanan darurat pasca insiden peretasan.
Khusus untuk lonjakan bulan Agustus, ancaman keamanan memaksa aset lama bergerak. Cacat pada seed phrase dalam insiden firmware Coldcard mendorong gelombang migrasi alamat besar-besaran. Sekitar 890.000 BTC berpindah tempat hanya dalam tujuh hari pada awal Agustus - menjadikannya pergerakan mingguan tertinggi di tahun 2026.
Laporan Galaxy Research mengonfirmasi besarnya skala celah keamanan itu. Sebanyak 1.596 BTC hilang dicuri dari sekitar 7.300 alamat yang terkena dampak kerentanan Coldcard. Total kerugian diperkirakan bisa terus bertambah hingga menembus 2.055 BTC atau senilai $130 juta. Kepanikan inilah yang mendorong para pemegang Bitcoin untuk memindahkan simpanan mereka ke dompet baru yang lebih aman.
Apa yang Terlihat dari Pelacakan On-Chain?
Sebagai contoh kasus di lapangan, ada enam alamat dompet berusia 12 sampai 15 tahun yang memindahkan total 553,59 BTC selama rentang waktu sepuluh hari di bulan Agustus. Tumpukan koin senilai $40,15 juta itu mayoritas dipindahkan untuk diamankan kembali; lima dari aktivitas transfer itu ditujukan ke alamat tanpa label bursa kripto.
Melihat sejarah ke belakang, rata-rata 1.500 BTC harian saat ini sebenarnya masih tergolong rendah. Darkfost mencatat puncak aktivitas dompet tua sebelumnya pernah terjadi pada Mei 2024, Februari 2025, dan September 2025. Pada masa-masa itu, pergerakan hariannya jauh melebihi angka saat ini, dengan catatan lebih dari 10.000 BTC, 30.000 BTC, bahkan menyentuh level 142.000 BTC dalam satu hari.
๐ Baca JugaETF Bitcoin Panen $3,8 Miliar di Tengah Koreksi - BlackRock dan Fidelity Sedot Semua Arus Jumat
Satu aturan wajib dalam membaca data on-chain: blokchain hanya merekam transaksi koin, bukan niat pemiliknya. Bahkan ketika koin tua masuk deposit ke dompet bursa sekalipun, perpindahan itu belum pasti berakhir dengan tekanan jual. Bagi para pengguna dompet pribadi, gelombang transfer besar ini adalah alarm peringatan untuk mengaudit ulang sistem penyimpanan masing-masing, bukan alasan untuk panik menebak harga jual.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




