Bitcoin diperdagangkan di sekitar level $77.700 pada 3 September 2026 setelah pulih dari titik terendah harian di angka $76.264. Instrumen investasi US spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar bersih sebesar $236,46 juta pada sesi perdagangan terakhir. Di tengah gelombang penarikan dana massal ini, laporan mencatat hanya satu produk yakni Bitwise BITB yang membukukan arus masuk bersih.
Terjepit Pola Teknis dan Permintaan yang Mendingin
Pergerakan harga saat ini tertahan di dalam pola falling wedge yang terbentuk pada grafik 4 jam. Batas atas pola ini menekan harga di kisaran $78.000, sementara batas bawahnya membatasi pergerakan harga mendekati level $76.000.
Analis CryptoQuant bernama Darkfost mencatat bahwa permintaan nyata atau apparent demand untuk Bitcoin berbalik menjadi negatif per 2 September. Pasokan koin yang baru ditambang maupun koin tidak aktif yang mulai dipindahkan kini tidak terserap oleh pasar dengan kecepatan yang sama.
Peringatan tambahan datang dari analis Rain yang menyebut bahwa jika pelemahan terus berlanjut, level $77.000 bisa berubah status. Titik yang sebelumnya menjadi pijakan support berisiko menjadi resistansi baru. Potensi penurunan harga ini sejalan dengan temuan titik cluster likuidasi besar yang terpusat di kisaran angka $76.000.
Sinyal Netral Berbenturan dengan Sentimen Suku Bunga
Di tengah tekanan harga, beberapa indikator teknikal masih menunjukkan peluang pembeli. Angka Relative Strength Index (RSI) pada grafik 4 jam saat ini berada di level 48,66 yang menandakan posisi netral. Indikator Aroon memperlihatkan pembeli masih memiliki sedikit keunggulan dengan Aroon Up tercatat di 57,14% berbanding Aroon Down 7,14%.
Indikator Chaikin Money Flow mengonfirmasi tekanan beli dengan angka +0,32 pada kerangka waktu harian. Namun, sinyal beli dari dalam grafik ini langsung berhadapan dengan ancaman kebijakan moneter bank sentral.
Di pasar prediksi, probabilitas bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan 16 September mendatang mencapai angka 64%. Sentimen kenaikan suku bunga ini kembali menguat setelah Ketua Fed Kevin Warsh memberikan peringatan terbarunya terkait data inflasi.
๐ Baca JugaStrategy Jual 6.916 Bitcoin di $62.200 Lalu Beli Lagi di $80.318 - Tapi Manuver Ini Sebenarnya Demi Harga Saham
Imbal hasil obligasi pemerintah Treasury 10 tahun kini bertahan mendekati angka 4,8%. Tingkat imbal hasil ini menjadikan instrumen investasi tradisional sebagai alternatif yang menarik dibandingkan dengan aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin.
Ujian Ketahanan Pembeli di Tengah Penarikan Dana
Pergerakan harga yang terkunci mempertegas batas posisi pasar saat ini. Dengan pergerakan on-chain yang mendingin dan modal institusional yang mengalir keluar, pihak pembeli memikul beban berat untuk mencegah harga merosot menembus titik likuidasi bawah.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Sebelumnya: Bitcoin Pulih 22% Bulan Lalu - Tapi Arus Jual 3.700 BTC Menahan Sinyal Bull Market
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




