๐Ÿ“… Sabtu, 10 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
7 Juta Bitcoin Terancam Komputer Kuantum - Mengapa Migrasi Massal Bukan Solusi

7 Juta Bitcoin Terancam Komputer Kuantum - Mengapa Migrasi Massal Bukan Solusi

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Sekitar 6,7 juta hingga 7 juta BTC saat ini tersimpan di alamat yang kunci publiknya (public key) sudah terlihat jelas di buku besar blockchain. VP Riset Fireblocks Michael Gutkin mengungkap kerentanan ini sebagai titik masuk utama bagi serangan teknologi komputer kuantum yang mampu menembus sistem kriptografi di masa depan.

Gutkin menjelaskan bahwa format alamat dan riwayat transaksi menjadi dua faktor utama yang menentukan tingkat kerentanan sebuah dompet. Kategori yang memegang risiko paling tinggi berasal dari alamat peninggalan era awal Satoshi Nakamoto, khususnya yang menggunakan standar Pay-to-Public-Key atau P2PK. Format generasi pertama ini memiliki mekanisme bawaan yang langsung memajang kunci publik di jaringan sejak awal dompet dibuat, sehingga koin di dalamnya tidak memiliki pelapis keamanan tambahan saat terjadi peretasan kuantum.

Mengapa Format Baru Tetap Rentan?

Evolusi jaringan kemudian melahirkan standar alamat yang membawa mekanisme privasi yang lebih tertutup. Format lanjutan seperti P2PKH dan P2WPKH dirancang khusus untuk menyembunyikan kunci publik dari pandangan pengamat luar. Jaringan menyimpan kunci itu rapat-rapat dan baru mencatatnya ke dalam rantai blok on-chain ketika penggunanya mengeksekusi pengiriman koin keluar untuk pertama kalinya.

Namun, kebiasaan pemilik dompet bisa membatalkan fungsi privasi bawaan itu. Gutkin menegaskan alamat P2PKH dan P2WPKH kembali berisiko tinggi apabila pemiliknya memakai ulang alamat yang sama untuk menerima transaksi baru. Sekali sebuah dompet mengeksekusi pengiriman keluar, kunci publiknya terbaca permanen oleh seluruh mesin komputasi di jaringan. Jika pemilik membiarkan sisa saldonya menumpuk pada dompet bekas pakai itu, aset yang tersisa langsung kehilangan perlindungan aslinya terhadap pembongkaran sandi kuantum.

Solusi Taproot dan Manajemen UTXO

Melihat tingginya angka aset yang terancam dalam jangka panjang, para pengembang Bitcoin mulai merancang sistem mitigasi teknis. Komunitas kini membahas Proposal BIP 360 yang berfokus pada struktur pay-to-Merkle-root. Proposal ini mengusulkan penghapusan jalur pembelanjaan dengan kunci terbuka pada arsitektur Taproot demi memitigasi celah eksploitasi kuantum.

Dari sisi penanganan pengguna akhir, Fireblocks mengingatkan perusahaan pengelola aset agar tidak buru-buru memindahkan seluruh koin mereka serentak. Tindakan migrasi massal terhadap jutaan Bitcoin justru berisiko membebani lalu lintas jaringan dan memicu lonjakan biaya. Ketimbang mengevakuasi koin dalam kepanikan, Fireblocks menyarankan para institusi untuk segera menerapkan sistem rotasi alamat baru yang rutin. Jadwal rotasi berkala yang dipadukan dengan manajemen UTXO dinilai sebagai langkah paling aman untuk menjaga koin dari jangkauan peretas masa depan tanpa merusak kelancaran transaksi.

Bitcoin Jatuh ke Bawah $83.000 - Mitos 'Uptober' Kini Bertumpu pada Tiga Lapis Pertahanan๐Ÿ“Œ Baca JugaBitcoin Jatuh ke Bawah $83.000 - Mitos ‘Uptober’ Kini Bertumpu pada Tiga Lapis Pertahanan

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?

Baca juga: Pemerintah AS Geser 12.267 Bitcoin Sitaan Bitfinex ke Dompet Baru - Picu Waspada Pasar Meski Tanpa Tanda Jual Langsung


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share