Seseorang - atau lebih tepatnya, sejumlah pemain berkantong tebal - sedang menaruh taruhan miliaran dolar bahwa harga Bitcoin akan melompat ke $72.000 pada akhir Juli 2026. Dan waktunya bukan kebetulan: taruhan itu pas jatuh tempo bareng jadwal rapat The Fed bulan ini. Padahal saat artikel ini disiapkan, BTC masih berada di $64.049,45 - artinya mereka bertaruh pada lonjakan hampir 12% dalam hitungan hari.
Instrumen yang dipakai adalah bull call spread lewat opsi call BTC yang listing di bursa derivatif Deribit. Strategi ini biasa dipakai trader yang mengekspektasikan kenaikan harga moderat namun terukur. Jean-David Pequignot, Chief Commercial Officer Deribit, menuturkan ke CoinDesk: ‘This week we have seen some large blocks in BTC topside call spreads.’
Sidik Jari Uang Institusi
Ukuran dan pola berulang dari options-flow sebesar ini punya ciri khas. Menurut para pengamat, aktivitas semacam ini biasanya mencerminkan posisi institusional, bukan ritel - butuh modal besar dan presisi tinggi dalam memilih strike price. Dengan kata lain, ini bukan sekadar trader iseng, melainkan pihak yang menghitung matang.
Konteks datanya memang mendukung optimisme. Volume trading di bursa terpusat naik untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir pada Juni - volume spot melonjak 15,3% menjadi $1,11 triliun, sementara volume perpetual RWA menembus rekor $311 miliar. Ada aliran modal yang kembali menghangat setelah lama sepi.
Taruhan di Tengah Dua Angin yang Berlawanan
Yang membuat taruhan ini menarik adalah latar belakangnya yang penuh ketidakpastian. Di satu sisi, ketakutan kenaikan suku bunga mereda setelah data inflasi Juni menunjukkan perlambatan tajam, baik di level konsumen maupun produsen. Fed funds futures kini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di rapat Juli - probabilitas suku bunga tetap di kisaran 3,5%-3,75% berada di rentang 75%-80%.
Namun di sisi lain, sebagian pelonggaran itu berasal dari anjloknya harga minyak sepanjang bulan terkait gencatan senjata AS-Iran. Masalahnya, minggu ini ketegangan justru memanas lagi - serangan baru mengganggu arus minyak lewat Selat Hormuz, dan harga WTI serta Brent melonjak paling tajam sejak Maret. Sejumlah analis memperingatkan bahwa data inflasi Juni sudah ‘backward-looking’ alias ketinggalan zaman, karena terjadi sebelum eskalasi minggu ini. Toh, para trader besar tadi tampak memilih mengabaikan kebisingan geopolitik dan tetap bertaruh pada kelanjutan reli.
📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan
Yang Layak Diamati dari Sini
Taruhan sebesar ini bukan jaminan bahwa harga akan naik - opsi tetaplah opsi, dan pihak yang memasangnya bisa saja salah. Tapi ketika uang institusi bergerak serempak menjelang katalis besar seperti rapat The Fed, pasar biasanya memperhatikan. Yang perlu diamati investor bukan angka $72.000 itu sendiri, melainkan apakah momentum bertahan saat ketidakpastian geopolitik dan keputusan suku bunga bertabrakan di penghujung bulan. Di titik itulah taruhan miliaran dolar ini akan diuji.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




