Jaringan Avalanche (AVAX) sedang menguji coba pembaruan besar bernama Helicon melalui Fuji testnet. Upgrade ini membawa satu perubahan utama: memangkas komitmen minimum validator untuk jaringan utama dari 14 hari menjadi hanya 48 jam. Penurunan syarat waktu dari 336 jam menjadi dua hari ini merupakan langkah Avalanche untuk menarik lebih banyak validator institusional masuk ke ekosistem mereka.
Bagi institusi, waktu adalah risiko. Dengan menurunkan durasi penguncian aset, Avalanche berusaha menghilangkan kendala yang membuat pemain besar ragu menempatkan modal. Waktu komitmen 48 jam memberi validator ruang gerak yang jauh lebih luwes dibanding harus menahan aset selama dua minggu penuh.
Mengatur Siklus dan Bunga Bergulung
Untuk melengkapi pemotongan waktu itu, Helicon juga membawa fitur perpanjangan staking otomatis. Pembaruan ini dirancang agar penguncian durasi pendek tidak berubah menjadi beban administratif yang berulang setiap dua hari. Lewat fitur baru ini, validator bisa mengatur siklus periode staking mereka sendiri dan menentukan rasio auto-compounding atau penggulungan imbal hasil.
Artinya, imbal hasil yang didapat setiap 48 jam bisa otomatis ditambahkan kembali menjadi modal awal untuk siklus berikutnya. Namun, Avalanche memberikan batasan yang tegas. Fitur pembaruan otomatis ini dirancang khusus untuk validator di jaringan utama, dan tidak berlaku bagi mereka yang menjadi validator Avalanche L1 ataupun subnet warisan.
Bagaimana Modal Institusi Bereaksi
Respons dari kalangan institusi mengamini tujuan dari pembaruan ini. Manajemen perusahaan treasury AVAX One menyatakan bahwa syarat komitmen waktu yang lebih pendek diharapkan mampu meningkatkan likuiditas staking. Mereka melihat pemotongan durasi ini sebagai jalan keluar bagi institusi untuk tetap menjaga ketersediaan aset sembari terus berpartisipasi mengamankan jaringan.
๐ Baca JugaBos Ripple dan Ketua SEC Berbagi Panggung di Wyoming - Tapi Pertaruhan Aslinya Ada di Nasib CLARITY Act
Posisi AVAX One memberi gambaran jelas soal skala modal institusional yang terlibat di Avalanche. Hingga pertengahan Agustus 2026, perbendaharaan AVAX One tercatat menguasai total 14.091.424 keping AVAX. Dari jumlah sebesar itu, sekitar 95% porsinya telah didelegasikan untuk staking yang memberi mereka imbal hasil tahunan di angka 5,4%.
Langkah Avalanche ini menggeser cara pandang lama tentang keamanan jaringan. Daripada memaksa validator mengunci aset berminggu-minggu, jaringan kini lebih memilih menawarkan opsi waktu yang pendek dan proses putar modal yang berjalan mulus tanpa campur tangan manusia.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




