Bitcoin mencatatkan kenaikan 23% dalam sepekan terakhir hingga menyentuh level $77.535. Namun di balik angka dua digit ini, ada pola yang berbeda dari reli kripto biasanya yang kerap berujung pada kejatuhan beruntun.
Para analis di Bitfinex menyoroti perbandingan antara pergerakan harga dan aktivitas di pasar derivatif. Ketika Bitcoin mulai menembus batas atas dan naik 10% hingga 11% pada fase awal, total nilai kontrak derivatif yang masih terbuka atau open interest hanya bertambah 4%. Celah lebar antara lonjakan harga dan minimnya kontrak baru ini memberi sinyal jelas bahwa pergerakan pasar tidak ditopang oleh utang atau leverage.
Kenaikan harga murni didorong oleh pembelian nyata di pasar spot. Selain itu, ada dorongan dari aksi short covering, yakni kondisi di mana trader yang bertaruh harga akan turun terpaksa membeli aset kembali untuk menutup posisi dan membatasi kerugian mereka. Karena pasar tidak dipenuhi oleh trader yang bertaruh memakai uang pinjaman, ancaman likuidasi massal - fenomena jatuhnya harga seketika layaknya kartu domino yang biasa melanda pasar dengan leverage berlebih - menjadi jauh lebih kecil.
Modal Institusi Menyerbu Langsung
Tanda-tanda pembelian spot ini makin kentara di pasar Amerika Serikat. Dari Senin hingga Kamis, ETF Bitcoin di bursa saham AS menarik dana masuk sebesar $1,6 miliar. Aliran modal miliaran dolar dalam empat hari ini menjadi bukti kuat bahwa investor institusional di negara itu ikut menyerap aset langsung, bukan sekadar berspekulasi melalui instrumen derivatif.
Untuk mengukur seberapa lama arus masuk ini bisa bertahan, para analis menyarankan pelaku pasar untuk memantau indikator Coinbase Premium. Indikator ini mencatat perbedaan harga Bitcoin di bursa Coinbase dibandingkan dengan bursa-bursa di luar negeri. Angka premium yang positif mencerminkan bahwa permintaan lokal dari wilayah AS masih lebih kuat dari wilayah lain.
Di Mana Pertahanan Terkuatnya?
Meski fondasi reli ini tampak padat, pasar tetap memerlukan titik pijak bawah untuk mengantisipasi aksi ambil untung. Bitfinex menandai zona harga antara $68.000 hingga $69.000 sebagai area dukungan paling penting saat ini.
๐ Baca JugaAS Terapkan Tarif 50% ke Kanada - Imbasnya Sapu Posisi Long Kripto $550 Juta dalam 60 Menit
Rentang harga ini punya beban psikologis dan teknikal ganda. Ia merupakan rata-rata harga beli dari para pemegang jangka pendek atau short-term holder cost basis. Di saat yang sama, level ini juga bertepatan persis dengan Moving Average 200 hari, garis rata-rata pergerakan harga yang sering dipakai sebagai pemisah antara tren naik dan turun jangka panjang.
Selama pembeli spot terus mengawal area kritis ini, Bitcoin memiliki landasan yang lebih kukuh ketimbang reli spekulatif. Bagi para trader, absennya rasio leverage yang menggunung berarti koreksi harga kemungkinan akan berjalan normal, tanpa disusul oleh kepanikan likuidasi paksa dari mesin bursa. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




