๐Ÿ“… Jumat, 14 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Baltimore Gugat Kalshi dan Polymarket Soal Judi Ilegal - Coinbase dan Robinhood Ikut Terseret

Baltimore Gugat Kalshi dan Polymarket Soal Judi Ilegal - Coinbase dan Robinhood Ikut Terseret

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Pasar prediksi kembali memicu ketegangan hukum di Amerika Serikat. Wali Kota Baltimore Brendan Scott resmi mengajukan gugatan terhadap Kalshi dan Polymarket atas dugaan pelanggaran undang-undang judi lokal. Kedua platform dituduh mengoperasikan platform taruhan olahraga ilegal tanpa lisensi, sekaligus menyesatkan pengguna mengenai status hukum produk yang mereka tawarkan.

Namun, serangan hukum ini tidak berhenti pada dua nama utama itu. Efek berantainya langsung menyasar entitas besar yang selama ini menjadi jembatan bagi para pengguna ritel.

Menyeret Bursa Besar ke Meja Hijau

Gugatan yang ditujukan kepada Kalshi memuat nama Robinhood, Webull, dan Coinbase sebagai mitra platform. Ketiga entitas finansial ini ikut dituduh melakukan praktik menyesatkan dalam mempromosikan layanan prediksi ke publik.

Wali Kota Scott melontarkan kritikan tajam terkait operasional mereka. Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini menjalankan sportsbook tanpa lisensi dan bertaruh bahwa label baru akan menempatkan mereka di atas hukum. Akar perselisihan hukum ini terletak pada kontrak berbasis peristiwa atau event contracts yang menjadi komoditas jualan utama pasar prediksi.

Pihak Baltimore berargumen bahwa produk itu murni tergolong taruhan ilegal di bawah payung hukum negara bagian Maryland. Gugatan ini otomatis menjadi titik api terbaru dalam serangkaian bentrokan panjang antara otoritas tingkat negara bagian di AS melawan operator pasar prediksi.

Siapa yang Memegang Kendali Hukum?

Di pihak berseberangan, para penyedia pasar prediksi ini memiliki dukungan dari pemerintah federal. Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS (CFTC) di bawah pimpinan Ketua Michael Selig dan perusahaan penyedia layanan memiliki pandangan berbeda.

Korsel Wajibkan Pantauan Ketat Transfer Kripto 10 Juta Won - Namun Aturan Finalnya Ternyata Lebih Melunak๐Ÿ“Œ Baca JugaKorsel Wajibkan Pantauan Ketat Transfer Kripto 10 Juta Won - Namun Aturan Finalnya Ternyata Lebih Melunak

Mereka berargumen bahwa kontrak prediksi itu merupakan instrumen berjenis swap yang berada penuh dalam ranah yurisdiksi federal. Menanggapi tekanan hukum ini, juru bicara Polymarket bersuara dengan menegaskan bahwa tindakan khusus kota Baltimore bertentangan dengan kerangka regulasi CFTC yang sudah mapan untuk mengatur pasar prediksi.

Perbedaan interpretasi soal siapa yang paling berhak mengatur produk ini memunculkan spekulasi di kalangan ahli hukum. Banyak yang memperkirakan pertarungan sengit memperebutkan yurisdiksi federal melawan negara bagian ini akan terus bergulir hingga bermuara pada putusan banding di Mahkamah Agung.

Kasus ini menegaskan bahwa kepatuhan pada aturan pusat tidak serta merta membuat perusahaan aman dari kejaran hukum wilayah lokal. Selama yurisdiksi judi dan instrumen keuangan terus bertabrakan, platform prediksi akan terus menjadi medan perang hukum yang berisiko menyeret nama-nama raksasa industri.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share