Saat mayoritas pasar kripto sedang lesu, ada satu sudut ekosistem NFT yang justru pesta rekor. Cointelegraph melaporkan bahwa kategori onchain gacha - sistem buka paket kartu koleksi secara acak yang seluruh transaksinya tercatat di blockchain - membukukan pengeluaran pengguna sebesar 324,6 juta dolar AS (kurs kasar sekitar Rp5,3 triliun) sepanjang Juni 2026. Angka itu jadi rekor bulanan keempat berturut-turut untuk kategori ini, dan yang bikin menarik, rekor tersebut justru tercipta saat harga Bitcoin sedang babak belur.
Bitcoin Anjlok, Gacha Kartu Malah Meledak
Sepanjang Juni 2026, Bitcoin sempat menyentuh level terendah dalam 21 bulan, dengan harga intraday jatuh ke 58.131 dolar AS pada 25 Juni. Kondisi ini biasanya bikin seluruh aktivitas onchain ikut lesu, termasuk NFT yang selama ini dikenal sebagai aset paling sensitif terhadap sentimen pasar. Tapi kategori onchain gacha justru bergerak berlawanan arah. Alih-alih ikut anjlok, volume pengeluaran pengguna untuk membuka paket kartu digital ini terus naik dan mencetak rekor baru, menunjukkan ada permintaan yang tidak terlalu peduli pada gejolak harga Bitcoin maupun Ethereum.
Model bisnisnya sendiri cukup sederhana namun berbeda dari NFT PFP (profile picture) yang selama ini identik dengan NFT secara umum. Kartu koleksi fisik, kebanyakan kartu Pokemon dan One Piece, dikirim pengguna ke platform lalu disimpan di gudang penyimpanan pihak platform. Sebagai gantinya, pengguna menerima versi digital (NFT) dari kartu tersebut yang bisa diperdagangkan secara onchain. Kalau pemilik ingin kartu fisiknya kembali, token NFT itu bisa dibakar (burn) untuk memicu pengiriman kartu asli ke alamat rumah.
Collector Crypt Kuasai Dua Pertiga Pasar
Dari total rekor 324,6 juta dolar AS itu, platform Collector Crypt yang berjalan di blockchain Solana menyumbang sekitar 209 juta dolar AS, atau kurang lebih 64 persen dari seluruh pasar onchain gacha bulan itu. Collector Crypt bahkan mencatat rekor tersendiri dengan 215.000 paket kartu tokenized yang dibuka penggunanya hanya dalam satu minggu, sementara pendapatan protokolnya sendiri sudah menembus 50 juta dolar AS sejak diluncurkan hingga Juni 2026.
Momentum ini juga menarik perhatian pemain besar lain di ekosistem Solana. Jupiter, bursa DEX terbesar di jaringan tersebut, dilaporkan menjalin kemitraan dengan Collector Crypt untuk menghadirkan gacha kartu Pokemon edisi baru, langkah yang makin mempertegas bahwa tren tokenisasi kartu koleksi fisik ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan mulai dilirik pemain infrastruktur kripto arus utama.
📌 Baca JugaRela Rugi $12.400 Jual Bored Ape, Trader Ini Malah Tambah Taruhan Long Ethereum $9,38 Juta
Terlepas dari kontroversi lama soal sistem gacha yang kerap disamakan dengan judi karena sifatnya yang acak, angka-angka ini menunjukkan satu hal yang jarang terlihat di pasar NFT belakangan ini: ada segmen yang benar-benar tumbuh secara organik, bukan cuma didorong spekulasi harga token. Bagi pemain lama yang sempat menganggap NFT sudah mati usai koreksi panjang sejak 2022, tren tokenisasi kartu fisik seperti ini bisa jadi sinyal bahwa NFT sedang mencari bentuk barunya sendiri, jauh dari hype gambar profil generik yang dulu sempat mendominasi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




