Lebih dari 30 posisi arbitrase funding-rate milik trader bernama “xunlu” di Binance dilikuidasi paksa berturut-turut dalam hitungan menit. Rentetan eksekusi yang meletus pada 3 September 2026 sekitar pukul 05:44 WIB itu memicu kerugian total yang diklaim menembus 5 juta USDT.
Likuidasi beruntun ini dipicu oleh harga kontrak perpetual AKEUSDT yang meroket dari kisaran awal $0,0076 ke level $0,045. Aset itu mencetak lonjakan 492% atau nyaris enam kali lipat seketika. Bagi sang trader, pergerakan ekstrem ini mustahil terbentuk alami. Xunlu menuduh ada pihak yang mendalangi koordinasi harga di pasar AKE - sebuah skema short squeeze terencana untuk menghancurkan posisinya.
Nasib Kontrak Bersandar Bursa Luar
Tuduhan manipulasi harga mendapat sanggahan dari Customer Support Binance. Pihak bursa menyangkal kejanggalan internal dan menggarisbawahi fakta bahwa ayunan harga yang sama besarnya juga terekam di beberapa bursa pesaing serta pasar on-chain pada jam kejadian.
Binance sendiri tidak melayani jual-beli token AKE pada pasar spot mereka. Keputusan ini mewajibkan mark price atau harga patokan batas likuidasi kontrak perpetual AKEUSDT ditarik dari perpaduan data spot exchange eksternal. Formula ini membuat posisi kontrak di dalam Binance langsung terkena imbas fluktuasi likuiditas di platform luar.
Hasil review internal manajemen bursa tidak menemukan komponen sistem yang mengalami malfungsi. Tim Binance melaporkan struktur model pricing, batas kontrol risiko, hingga mesin pengeksekusi likuidasi beroperasi sesuai pengaturan awal. Perusahaan berkukuh kerugian 5 juta USDT murni akibat gejolak pasar AKE, bukan cacat teknis platform.
Menagih Transparansi Log Internal
Penjelasan pihak bursa belum menyurutkan perlawanan xunlu. Sang trader mendesak Binance merilis log trading mentah, daftar urutan likuidasi, dan rekaman kontrol risiko utuh agar alur transaksinya bisa diperiksa langsung.
๐ Baca JugaCoinbase Bawa Perpetual Saham ke AS - Uji Langsung Yurisdiksi Ganda SEC dan CFTC
Sampai berita ini disusun, belum ada lembaga regulator atau tim investigator independen yang mengambil alih pengusutan dugaan rekayasa harga AKE. Buntunya sengketa ini menjadi pengingat keras bagi pelaku arbitrase modal besar: saat dana jutaan dolar lenyap ditelan pergerakan harga sesaat, kepastian kejadian sering kali hanya bisa dinilai dari data yang dipegang sepihak oleh bursa.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Coinbase Bawa Perpetual Saham ke AS - Uji Langsung Yurisdiksi Ganda SEC dan CFTC
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




