📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Bitcoin ETF Kebobolan Rp80 Triliun dalam 3 Bulan - Tapi Krisis Sesungguhnya Justru di Pasar Rp32.000 Triliun Ini

Bitcoin ETF Kebobolan Rp80 Triliun dalam 3 Bulan - Tapi Krisis Sesungguhnya Justru di Pasar Rp32.000 Triliun Ini

📚 Istilah di Artikel Ini:

Kuartal kedua 2026 jadi periode buruk bagi ETF Bitcoin - dana yang keluar tembus hampir Rp80 triliun (US$5 miliar), rekor tertinggi sepanjang sejarah produk ini. Tapi angka segede itu ternyata cuma percikan kecil dibanding gelombang penarikan dana yang jauh lebih dahsyat di pasar kredit swasta senilai Rp32.000 triliun (US$2 triliun).

Data SoSoValue mencatat investor menarik sekitar Rp64 triliun (US$4 miliar) dari ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS sepanjang Juni saja, dipimpin oleh IBIT milik BlackRock. Penarikan ini terjadi bersamaan dengan rotasi modal besar-besaran ke tren AI dan IPO jumbo SpaceX. Harga Bitcoin pun ambruk sekitar 14% sepanjang kuartal ini, jatuh di bawah US$60.000 dan mencatat kerugian kuartalan ketiga berturut-turut.

Pasar Kredit Swasta: Krisis yang Jauh Lebih Besar

Namun menurut lembaga pemeringkat Fitch, gelombang penarikan yang sesungguhnya bikin was-was justru terjadi di pasar kredit swasta. Sepanjang kuartal II, investor mengajukan permintaan penarikan dana hingga Rp250 triliun (US$15,6 miliar) - dan sebagian besar tidak bisa dipenuhi penuh. Dari 16 Business Development Companies (BDC) yang dipantau, 10 di antaranya kedapatan permintaan penarikan melampaui batas standar 5% per kuartal.

Rata-rata permintaan penarikan naik ke 10,3% dari total saham (dari 9,7% di kuartal sebelumnya), dengan rentang ekstrem 1,3% hingga 38,1% di salah satu dana milik Blue Owl. Banyak dari permintaan ini bahkan cuma sisa dari investor yang belum sepenuhnya “dilunasi” kuartal lalu. Fitch memperingatkan tren penarikan ini kemungkinan besar berlanjut di kuartal-kuartal mendatang karena batas penarikan 5% membuat antrean permintaan terus menumpuk.

Sinyal yang Sama, Muncul di Tempat Berbeda

Analis QCP Capital di Singapura melihat pola yang tak bisa diabaikan: cadangan minyak strategis AS (SPR) berada di titik terendah sejak 1983, Strategy (mantan MicroStrategy) untuk pertama kalinya menjual Bitcoin demi mendanai dividen, dan gerbang penarikan dana di delapan dana kredit semi-likuid jebol bersamaan. “Sudut yang berbeda, tapi pola yang sama: bantalan pelindungnya makin menipis,” tulis QCP Capital.

Bank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan

Data on-chain dari lookonchain turut menambah gambaran yang membingungkan: dalam sehari terakhir, ETF Bitcoin justru mencatat arus keluar 1.108 BTC (sekitar Rp1,1 triliun), tapi dalam tujuh hari terakhir arahnya berbalik masuk 6.301 BTC (sekitar Rp6,3 triliun). Sinyal yang campur aduk ini justru memperkuat kesan bahwa pasar sedang gelisah, bukan sedang menemukan arah yang jelas.

Yang membuat kombinasi ini layak diwaspadai bukan cuma soal Bitcoin turun harga - tapi soal likuiditas yang mengetat di banyak sudut pasar sekaligus, dari aset digital sampai kredit korporasi konvensional. Kalau bantalan itu benar-benar habis, investor mungkin tak akan hanya menghadapi satu pasar yang goyah, tapi beberapa sekaligus.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share