Konflik di dalam bursa kripto BitMart pecah ke permukaan publik. Akun X resmi berbahasa Mandarin milik bursa ini berbalik arah dan membuat pengumuman yang langsung membidik orang nomor satu mereka. Akun itu terang-terangan menuntut pendiri perusahaan, Sheldon Xia, untuk memberikan penjelasan transparan mengenai keberadaan dana para pengguna. Tidak hanya itu, Xia didesak menyerahkan rencana rinci pelunasan utang dengan tenggat waktu paling lambat Rabu, 19 Agustus 2026.
Langkah publik ini dipicu oleh masalah likuiditas yang belum menemukan solusi. Hingga hari ini, sebagian pengguna masih mengeluhkan akun mereka yang terkunci karena gagal melakukan penarikan dana. Krisis ini merembet ke ranah operasional pekerja perusahaan. Sejumlah karyawan BitMart dilaporkan terkatung-katung lantaran belum menerima gaji maupun pencairan kompensasi terakhir mereka, padahal proses penutupan bursa sedang berjalan.
Ultimatum Pembukaan Data Cadangan
Tuntutan yang dilayangkan lewat media sosial ini menargetkan data finansial perusahaan. Pihak pengelola akun resmi meminta Xia segera mengungkap rincian alamat dompet digital BitMart. Mereka menuntut pengungkapan daftar aset dan liabilitas, serta bukti cadangan dana nasabah yang bisa diverifikasi independen.
Pesan ini ditutup dengan peringatan tegas kepada sang pendiri. Jika Xia gagal memenuhi tenggat hari Rabu, pihak di balik akun ini mengancam tidak akan tinggal diam. Mereka menyatakan siap terus menyerahkan bukti-bukti internal ke tangan pihak ketiga. Daftar penerima bukti ini mencakup regulator pasar, aparat penegak hukum, pengacara yang mewakili korban, hingga media massa. Namun, di tengah perseteruan ini ada satu fakta yang masih samar: tidak diketahui pasti siapa sosok individu atau kelompok yang mengelola akun X itu saat ini, dan apakah kendalinya masih sah berada di tangan struktur resmi perusahaan.
Hitung Mundur Penghentian Operasional
Kemelut internal ini menambah beban pada BitMart yang sudah masuk fase akhir operasionalnya. Manajemen platform sebelumnya telah mengumumkan rencana penutupan bursa pada 26 Juli 2026. Keputusan penghentian layanan itu diambil tak lama setelah harga token asli mereka, BMX, anjlok drastis yang diikuti gelombang keluhan nasabah mengenai penundaan penarikan aset.
📌 Baca JugaKnaken Bangkrut Tinggalkan Celah €10 Juta - Jaksa Cuma Punya €2,2 Juta Sisa Lelang untuk 6.300 Nasabah
Berdasarkan jadwal transisi yang ditetapkan, segala bentuk aktivitas perdagangan di platform BitMart akan dihentikan permanen pada 26 Agustus 2026. Sementara itu, operasional penuh bursa baru akan ditutup total pada 31 Januari 2027. Sisa waktu menuju akhir Agustus ini berubah menjadi ajang saling tuntut di antara pihak internal perusahaan. Nasib sisa dana milik nasabah dan hak keuangan para karyawan kini sepenuhnya menunggu jawaban sang pendiri sebelum batas ultimatum 19 Agustus terlewati.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




