📅 Kamis, 6 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
BlackRock dan Visa Jadi Validator Jaringan Arc - Tapi Mengapa Saham Circle Malah Anjlok?

BlackRock dan Visa Jadi Validator Jaringan Arc - Tapi Mengapa Saham Circle Malah Anjlok?

Circle mengumumkan peluncuran mainnet publik blockchain Arc pada 16 September 2026 mendatang. Perusahaan ini membawa nama-nama besar seperti BlackRock, DTCC, Galaxy, Global Payments, ICE, Mastercard, MoneyGram, SBI Group, Standard Chartered, Sumitomo Corporation, dan Visa sebagai validator pendiri untuk menjaga jaringan ini.

Di atas kertas, rencana ini terlihat solid. BlackRock akan menaruh produk reksa dana tokenisasi BUIDL di dalam Arc. DTCC juga bersiap membuka jalan untuk tokenisasi aset-aset yang mereka kustodikan dengan target realisasi pada paruh kedua 2027. Sebelum dibuka untuk publik, Arc sudah beroperasi dalam mode private mainnet bersama lebih dari 100 pengembang, sementara jaringan ujinya telah memproses lebih dari 500 juta transaksi di hampir 3 juta dompet kripto.

Dukungan Ekosistem Sejak Hari Pertama

Peluncuran Arc nanti langsung didukung oleh protokol DeFi papan atas. Aave, Morpho, dan Uniswap dipastikan siap beroperasi di hari pertama. Pengguna juga bisa mengakses jaringan ini langsung lewat antarmuka populer seperti Binance Wallet, Kraken, Ledger, dan MetaMask, dengan semua biaya gas dibayar menggunakan USDC.

Langkah ekspansi ini dibarengi dengan performa bisnis Circle yang membaik di beberapa area. Pada kuartal kedua 2026, jumlah USDC beredar menyentuh angka $73,3 miliar atau naik 19%, dengan volume transaksi on-chain melompat 151% ke $14,8 triliun. Circle Payments Network ikut mencatat volume disetahunkan sebesar $14,7 miliar atau naik 76% dibanding kuartal sebelumnya, dan angkanya kembali naik ke $23 miliar per 31 Juli. Di sisi regulasi, Circle baru saja mengantongi izin dari regulator New York dan persetujuan OCC untuk mendirikan Circle National Trust. Perusahaan juga telah memperbarui perjanjian distribusi dengan Coinbase tanpa mengubah syarat awal, termasuk pembagian biaya distribusi dan transaksi senilai $410 juta di kuartal ini.

Mengapa Pasar Merespons Dingin?

Meski mengumumkan peluncuran besar dan sederet izin baru, respons investor justru berbalik arah. Saham Circle (CRCL) sempat naik 7% sesaat setelah laporan ini keluar, tapi tak lama kemudian justru turun 3% ke level $61,39. Sepanjang tahun ini, saham perusahaan itu sudah merosot lebih dari 20%.

Pesimisme ini berakar pada detail lain di balik angka pertumbuhan kuartal kedua. Meski suplai naik, pangsa pasar USDC di sektor stablecoin yang dipatok aset fiat justru tergelincir ke angka 27%. Lembaga riset Mizuho bahkan mempertahankan peringkat Underperform untuk saham Circle dengan target harga $45, yang berarti potensi penurunan 27%. Mereka menyoroti bahwa tren sirkulasi USDC mulai menunjukkan penurunan, dan volume transaksi on-chain perusahaan itu sebenarnya turun 31% jika dibandingkan antar kuartal.

Western Union Buka Akses Visa untuk Stablecoin USDPT - Tapi Riset Bank Italia Ungkap Satu Hambatan Besar📌 Baca JugaWestern Union Buka Akses Visa untuk Stablecoin USDPT - Tapi Riset Bank Italia Ungkap Satu Hambatan Besar

Jaringan Arc dan deretan validatornya memang menjadi senjata baru bagi Circle. Tapi bagi para pemegang saham, masuknya deretan nama besar itu sepertinya belum cukup untuk menutupi ancaman hilangnya dominasi pasar USDC di sektor stablecoin.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share