Sebuah bug integer overflow yang ada sejak 2015 di XRP Ledger memungkinkan satu transaksi mencetak lebih dari 18 triliun XRP. Angka itu setara 184 kali lipat total suplai koin saat ini.
Firma audit Veria Labs menemukan celah itu memakai agen AI yang menyisir basis kode rippled, lalu menggabungkan dua bug berisiko rendah menjadi satu eksploitasi besar. Veria Labs menerima bug bounty $250.000 - padahal potensi risiko yang dicegah mencapai $94 miliar, setara seluruh kapitalisasi pasar XRP. Tidak ada bukti celah ini pernah dieksploitasi di jaringan publik.
Namun langkah pengembang menutup celah kode ini menyulut perdebatan keras mengenai siapa yang memegang kendali jaringan.
Bypass Pertama dalam Sepuluh Tahun
Veria Labs melaporkan temuan itu pada 22 September. Tiga hari kemudian, pada 25 September, RippleX merilis perbaikan darurat tanpa melewati proses amendment normal dua minggu. Ini patch darurat pertama yang menerobos prosedur pembaruan standar sepanjang lebih dari sepuluh tahun sejarah XRP Ledger.
Kritik merebak karena RippleX merilis patch hanya dalam bentuk biner, sementara kode sumber ditahan sementara. Justin Bons, pendiri Cyber Capital, melontarkan kritik keras dan menyebut promosi XRP sebagai aset terdesentralisasi kepada investor ritel merupakan ‘straight-up fraud’.
Mengapa Keputusan Akhir Tetap di Tangan Validator?
Merespons sorotan itu, XRP Ledger Foundation menegaskan langkah darurat ini bukan keputusan sepihak. Kebijakan rilis biner disepakati bersama oleh pihak Foundation, RippleX, pengembang inti, dan validator.
Pembaruan berkode Patch 3.4.1 ini juga tidak langsung mengikat permanen. Aturan baru tetap mewajibkan pemungutan suara amendment biasa, yang menuntut dukungan lebih dari 80% validator aktif selama dua pekan penuh.
Operator validator independen XRP Kuwait turut membela langkah tim teknis. Menurutnya, koordinasi darurat untuk menambal risiko fatal bukan bukti bahwa jaringan berada di bawah kontrol terpusat.
๐ Baca JugaKemasan Tampak Utuh tapi Disusupi Chip Tambahan - Ledger Konfirmasi Modifikasi Fisik Usai Kerugian Capai $92 Juta
Ancaman Perangkat Keras Meluas ke Eropa
Di luar perdebatan kode XRP Ledger, risiko keamanan fisik mengancam pengguna lewat peredaran dompet perangkat keras Ledger yang dimodifikasi. Pengguna X bernama Johannes mengungkap unit Ledger yang dibelinya dari gerai MediaMarkt Eropa dua pekan lalu memuat implan versi Eurasia, kendati belum ada dana dicuri.
Di Asia, outlet keamanan siber Yfarmx memperkirakan kerugian akibat Ledger palsu menyentuh $93,4 juta dari 471 alamat dompet. Pihak resmi Ledger sendiri belum mengonfirmasi taksiran angka kerugian itu.
Bagi pemilik aset, dua peristiwa ini memperlihatkan risiko dari dua sisi: satu celah kode bisa mengancam kapitalisasi pasar miliaran dolar, sementara segel toko ritel belum menjamin keamanan fisik perangkat.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Kas Operasional Triple-A Bobol via Rekayasa Sosial - Kini 4.970 ETH Mengalir ke Tornado Cash
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




