Sebuah pesan WhatsApp tak diundang dari nomor asing berakhir dengan kerugian bernilai jutaan dolar. Seorang pria Hong Kong berusia 70-an tahun kehilangan lebih dari HK$13 juta, atau setara $1,67 juta, setelah terjerat tipu daya seseorang yang mengaku sebagai pakar investasi kripto dari Singapura.
Modus operandi pelaku dimulai dengan tawaran yang dirancang agar terdengar menggiurkan. Sang pakar memperkenalkan sebuah platform kripto yang menjanjikan nilai tukar tinggi, biaya transaksi rendah, dan kebebasan penuh untuk menarik dana kapan saja. Percaya pada narasi ahli investasi ini, korban diarahkan membuka dompet digital dan mulai membeli aset Tether (USDT) serta Ethereum (ETH).
Ilusi Keuntungan di Layar Smartphone
Fase krusial dari penipuan ini melibatkan perangkat lunak khusus. Korban disuruh mengunduh aplikasi investasi yang ditautkan langsung oleh penipu. Setelah aplikasi terpasang, korban diinstruksikan mentransfer aset kripto yang baru dibelinya ke alamat dompet pihak ketiga. Pelaku meyakinkan korban bahwa koin-koin itu murni digunakan sebagai modal investasi awal di platform mereka.
Di sinilah manipulasi psikologis terjadi. Aplikasi palsu itu diprogram untuk terus menampilkan grafik dan angka keuntungan investasi yang seolah selalu naik. Tampilan saldo hijau fiktif ini menanamkan rasa percaya di benak korban. Melihat portofolionya bertumbuh pesat tanpa henti, korban makin yakin dan terus mengirimkan lebih banyak kripto ke alamat dompet pelaku.
Jebakan ini terbongkar ketika korban akhirnya mencoba mencairkan uangnya. Sistem penarikan tiba-tiba tak bisa digunakan. Pihak platform berulang kali menghalangi permintaan penarikan dengan beragam alasan buatan yang terus berubah. Pada titik inilah korban menyadari bahwa keuntungan yang selama ini ia pantau di layar smartphone hanyalah ilusi semata.
Bukan Insiden Tunggal di Hong Kong
Kasus pembobolan aset pria lansia ini ternyata hanya satu dari rentetan kasus kejahatan finansial yang lebih luas. Kepolisian Hong Kong mencatat sedikitnya ada lebih dari 40 penipuan investasi dengan modus serupa yang dilaporkan ke pihak berwajib baru-baru ini.
๐ Baca JugaPeretas Revolut Ancam Bocorkan Data Nasabah Tiap Hari - Selfie Atlet Tenis dan CEO Kasino Kripto Jadi Korban Pertama
Bila digabungkan, total kerugian dari puluhan korban penipuan investasi palsu ini telah menembus angka HK$50 juta. Skala kejahatan yang meluas ini mendorong kepolisian mengeluarkan peringatan darurat. Polisi menegaskan agar warga tidak sembarangan mengunduh aplikasi investasi apa pun yang berasal dari sumber tidak dikenal.
Aparat berwenang meminta masyarakat memverifikasi legalitas setiap platform investasi melalui saluran resmi sebelum memindahkan dana. Begitu ada pihak tak diundang yang mengirim tautan aplikasi asing lewat pesan instan, di situlah penipuannya dimulai.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Serangan Siber Tembus VPN Pemerintah Jepang - 246 Ribu Data Pegawai Bocor
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




