๐Ÿ“… Senin, 14 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Revolut Serahkan Paspor dan Selfie Nasabah ke Penipu - Berawal dari Satu Email 'Pemerintah'

Revolut Serahkan Paspor dan Selfie Nasabah ke Penipu - Berawal dari Satu Email ‘Pemerintah’

Para nasabah Revolut menerima pemberitahuan langsung pada hari Jumat soal kebobolan privasi. Perusahaan tidak sengaja menyerahkan tumpukan data sensitif pengguna ke tangan penipu. Dokumen yang bocor mencakup salinan paspor, foto selfie untuk verifikasi identitas, hingga catatan riwayat transaksi lengkap.

Pelaku mengirimkan permintaan data menggunakan domain email lembaga pemerintah yang sah untuk mengelabui pertahanan perusahaan. Alamat resmi ini membuat pesan pelaku lolos dari pemeriksaan autentikasi internal Revolut. Perusahaan baru menyimpulkan bahwa permintaan data itu palsu setelah seluruh dokumen telanjur diserahkan.

Juru bicara Revolut menyebut kejadian ini sebagai penipuan penyamaran eksternal yang canggih. Pihak ketiga yang tidak berwenang menyalahgunakan domain email lembaga pemerintah asli demi memuluskan aksinya mengambil data nasabah.

Siapa yang Menjadi Target Pelaku

Penyelidik on-chain ZachXBT menilai insiden ini memiliki ukuran yang terbatas dan khusus menargetkan nasabah berpenghasilan tinggi atau high-net-worth. Meski identitas pengguna jatuh ke tangan peretas, Revolut memastikan seluruh sistem internal maupun simpanan dana nasabah sama sekali tidak terpengaruh oleh celah ini.

Begitu penipuan terdeteksi, perusahaan memblokir alamat email palsu itu dari jaringan mereka. Revolut juga langsung memberi peringatan kepada lembaga pemerintah yang namanya dicatut, sekaligus meneruskan laporan kepada lembaga penegak hukum dan regulator keuangan yang berwenang.

Fakta-fakta baru memperbarui gambaran dari laporan awal yang beredar sebelumnya. Kabar pertama hanya menyoroti bocornya riwayat transaksi Bitcoin pengguna, namun kini terkonfirmasi bahwa kerugian privasi bergerak jauh lebih dalam menembus paspor beserta foto wajah.

Jaringan Chainflip Lumpuh Usai Diretas $736 Ribu - Hacker Gunakan Trik Penggandaan Uang Lewat Memo TRON๐Ÿ“Œ Baca JugaJaringan Chainflip Lumpuh Usai Diretas $736 Ribu - Hacker Gunakan Trik Penggandaan Uang Lewat Memo TRON

Kritik Terhadap Aturan KYC

Rangkaian kebocoran dokumen memicu perdebatan di platform X mengenai sistem verifikasi wajib atau KYC. Marc Zeller melempar kritik tajam dengan menyatakan bahwa penerapan KYC tidak memberikan manfaat berarti dan justru lebih banyak membahayakan publik lewat penyimpanan data terpusat.

Ketika saldo mata uang kripto terlindungi di dalam sistem, dokumen negara yang tercecer menjadi persoalan berbeda. Angka kerugian uang mungkin bisa diganti, tetapi paspor dan wajah yang telanjur beredar menaruh korban pada risiko pencurian identitas yang sulit ditutup kembali.

Dilansir dari Cointelegraph.

Sebelumnya: Revolut Bocorkan Riwayat Bitcoin Nasabah ke Penipu Bermodal Email Resmi Pemerintah


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share