📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
CEO Coinbase Blak-blakan Akui Strategi 'Content Coin' Base Gagal Total: 'Kami Kacau'

CEO Coinbase Blak-blakan Akui Strategi ‘Content Coin’ Base Gagal Total: ‘Kami Kacau’

Jarang ada bos perusahaan kripto sebesar Coinbase yang mengakui kegagalan sejelas ini. CEO Coinbase, Brian Armstrong, secara terbuka mengakui bahwa strategi ‘content coin’ di jaringan Base miliknya gagal - dan menegaskan jaringan itu sudah berganti arah sejak awal 2026. ‘They didn’t work and we pivoted early this year. We messed up, time to turn the page,’ tulis Armstrong.

Pengakuan itu muncul di X sebagai balasan atas kritik komunitas yang menilai proyek-proyek content coin gagal membangun loyalitas pengguna jangka panjang dan justru membuat sebagian trader merugi.

Kritik yang Memicu Pengakuan

Kritik datang dari akun bernama SmileyXBT, yang menuding Base menghabiskan lebih dari setahun mempromosikan token berbasis kontrak Zora sekaligus memberi perhatian ekstra ke proyek-proyek yang terkait mantan staf Coinbase. Sorotan juga mengarah ke ‘creator coin’ yang dikaitkan figur publik - termasuk token yang terhubung ke investor Balaji Srinivasan dan pendiri Base, Jesse Pollak - sebagai contoh di mana trader ikut buntung.

Fenomena ini sempat tampak seperti cerita sukses. Pada Agustus 2025, Base bahkan melampaui Solana dalam jumlah token baru yang diluncurkan: lebih dari 1,6 juta token dalam hitungan minggu, dengan hampir 3 juta trader dan sekitar $470 juta volume transaksi. Namun laporan saat itu mencatat mayoritas aktivitas berasal dari trader jangka pendek pemburu untung cepat, bukan komunitas yang bertahan lama.

Ke Mana Base Sekarang Melangkah?

Armstrong setuju dengan kritik soal content coin, tapi menolak klaim bahwa Base sudah mengalihkan sebagian besar fokusnya ke AI agent. Menurutnya, prioritas Base kini berurutan: trading, payments, baru AI agents. Ketiganya ia sebut saling terhubung - layanan payment butuh valuta asing, sementara AI agent bisa memanfaatkan alat trading dan payment. ‘Most of the resources are going to trading right now,’ katanya, sambil mengakui arah baru ini mungkin belum terlihat jelas bagi pengguna dari luar.

Balaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki

Klaim itu sejalan dengan situs resmi Base yang menampilkan trading, payments, dan agents sebagai solusi utamanya. Di sisi AI, Coinbase memang terus memperluas perangkat sepanjang 2026 - meluncurkan ‘Agentic Wallets’ yang memungkinkan agent software menyimpan dana, trading, dan membayar; memperkenalkan ‘Coinbase for Agents’; hingga ‘Base MCP’ yang membiarkan pengguna mengarahkan aksi wallet lewat chat AI dengan tetap mempertahankan persetujuan transaksi manual, serta protokol ‘x402’ agar agent bisa membayar layanan online memakai stablecoin.

Pengakuan blak-blakan Armstrong menandai satu babak ditutup: content coin tak lagi jadi andalan pertumbuhan Base. Bagi pengguna kripto Indonesia, kisah ini jadi pengingat berharga bahwa tren yang ramai belum tentu berumur panjang - bahkan raksasa sekelas Coinbase pun bisa mengakui salah langkah dan memilih membalik halaman.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share