Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) resmi mengajukan permintaan komentar publik pada 19 Agustus lalu. Langkah ini bertujuan merumuskan panduan bagi bursa di Amerika Serikat dalam mendaftarkan dan mengawasi produk derivatif yang berpatokan pada kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI).
Permintaan dari regulator ini muncul saat pelaku pasar mulai bergerak maju. CME Group dan Silicon Data telah berencana meluncurkan dua kontrak futures compute pada 5 Oktober mendatang. Pelaksanaan rencana bursa ini masih bergantung pada hasil akhir tinjauan dari pihak regulator.
Aset dasar yang diperdagangkan dalam instrumen ini adalah akses menuju kapasitas komputasi sewaan. Salah satu bentuk konkretnya berupa patokan harga sewa per jam untuk perangkat keras tingkat tinggi seperti prosesor Nvidia B200. Kedua kontrak yang disiapkan CME Group akan diselesaikan dengan skema tunai (cash-settled). Kontrak pertama mewakili biaya sewa unit H100 dalam periode satu bulan, sementara kontrak kedua melacak fluktuasi biaya sewa cip Nvidia Blackwell B200. Silicon Data mengambil peran langsung sebagai pihak penyedia benchmark harganya.
Fokus Kajian Dokumen 19 Halaman
Melalui dokumen setebal 19 halaman dengan nomor identifikasi RIN 3038-AF77, CFTC menjabarkan berbagai aspek dari produk turunan komputasi ini. Fokus komisi meliputi evaluasi terhadap tingkat likuiditas pasar, keandalan patokan harga, hingga cara bursa memitigasi risiko manipulasi.
Dokumen itu juga menyoroti mekanisme perlindungan bagi aset pelanggan serta struktur aturan untuk kontrak perpetual compute futures. Lebih jauh lagi, CFTC meminta masukan publik terkait kebijakan transparansi pengungkapan bagi investor ritel, pedoman anti-pencucian uang, dan penetapan batas posisi transaksi perdagangan. Komisi turut mengkaji faktor sensitivitas geopolitik yang secara khusus melekat pada sektor industri komputasi canggih.
Periode pengumpulan komentar publik dibuka selama 60 hari setelah dokumen draf diterbitkan di lembaran negara Federal Register. Namun hingga tanggal 20 Agustus, draf aturan ini berstatus belum diterbitkan. CFTC menegaskan pengajuan ini bukan sebuah usulan rumusan aturan baru. Komisi menyatakan belum menyetujui kontrak apa pun dan belum memberi otorisasi kepada bursa mana pun untuk memulai aktivitas perdagangan aset baru ini.
๐ Baca JugaCFTC Lepas Dua Saksi Kunci FTX Tanpa Denda Sipil - Tapi Tagihan Penyitaan $11 Miliar Tetap Menanti
Bukan Sekadar Aturan Pasar Biasa
Dorongan untuk mengatur produk derivatif AI ini mencerminkan tingginya tuntutan industri akan kepastian harga sewa infrastruktur. Pasar derivatif membuka peluang instrumen lindung nilai bagi perusahaan pengembang AI yang menyewa kapasitas peladen.
Ketua CFTC Michael S. Selig memandang instrumen derivatif ini sebagai kepingan penting dalam kompetisi inovasi global. Ia menegaskan Amerika Serikat tidak bisa memenangkan perlombaan pengembangan AI tanpa kehadiran pasar derivatif yang kuat untuk sektor komputasi.
Jika mendapat izin operasi dari regulator, bursa berjangka akan memberi jalan bagi pengembang AI untuk mengunci biaya penyewaan GPU Nvidia jauh hari sebelum harganya bergejolak. Proses penyusunan aturan dari CFTC hari ini akan menentukan posisi pasar derivatif komputasi sebagai solusi pengaman harga tanpa meninggalkan celah kerentanan bagi pasar.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




