Bitcoin melesat tajam ke kisaran $69.000 pada Rabu, 19 Agustus 2026, mencatat kenaikan 7% hanya dalam tempo satu jam. Lompatan harga seketika ini memicu efek domino yang menghancurkan para trader yang bertaruh harga akan turun. Dalam 60 menit yang sama, bursa-bursa kripto terpaksa melikuidasi posisi short senilai $1,1 miliar.
Total likuidasi harian membengkak menjadi $1,31 miliar dan menyapu bersih modal milik 112.004 trader. Tiga pemain besar menjadi korban paling parah di pasar Bitcoin: dompet 0x8c96 kehilangan $117 juta dari posisi short 1.800 BTC, dompet 0x431f merugi $44 juta untuk 677 BTC, dan 0x004e lenyap $33 juta untuk 500 BTC. Di pasar Ethereum, satu order tunggal bernilai $32,18 juta di bursa Bitget ikut hangus terlikuidasi.
Tumbangnya posisi-posisi ini bukan kebetulan semata. Ini adalah siklus klasik dari mekanisme short squeeze: likuidasi paksa menuntut bursa melakukan pembelian balik (buyback) di pasar spot untuk menutup posisi yang hancur. Pembelian besar-besaran ini kembali mendorong harga makin tinggi, yang kemudian memicu sistem menyapu lapisan short berikutnya.
Rapat Penting di Gedung Putih
Reli dadakan ini memiliki pemicu fundamental ganda dari ibukota. Di Washington, Gedung Putih menggelar pertemuan yang menghadirkan Presiden Trump, Ketua SEC Atkins, Ketua CFTC Selig, bersama deretan eksekutif puncak dari Coinbase, Ripple, dan Kalshi. Mereka duduk satu meja untuk membahas aturan struktur pasar kripto - sebuah pertemuan yang langsung direspons positif oleh pasar.
Di saat bersamaan, risalah rapat bank sentral AS (The Fed) bulan Juli dirilis ke publik pada hari Rabu. Membaca dokumen itu, para trader langsung memangkas taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga yang sebelumnya sempat mencapai peluang 80%.
Kombinasi sentimen politik dan makroekonomi ini memutar arah arus modal dalam hitungan hari. Produk ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus masuk positif minggu ini setelah sempat didera tren penarikan dana. Sentimen arah pasar prediksi juga ikut terangkat, memberi peluang 72% bahwa Bitcoin akan menembus angka $70.000 sebelum bulan ini berakhir.
๐ Baca JugaJalur Minyak Global Sisa 28 Kapal Sehari - Mengapa Bitcoin Justru Tertahan di Bawah $65.000?
Pola Kejatuhan Berubah Lebih Ringan
Dari sisi teknikal, Bitcoin kini sudah kembali merangkak naik bertengger di atas garis moving average (MA) 200 hari, meski harganya masih terpaut jauh dari rekor tertinggi $126.000 yang dicetak pada Oktober 2025 lalu.
Pendiri SkyBridge Anthony Scaramucci melihat pergerakan ini sebagai tanda bahwa masa-masa berat segera usai. Ia menyebut bear market Bitcoin hampir selesai, mengingat koreksi harga atau drawdown kali ini hanya berkisar di angka 55%. Angka ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan siklus-siklus penurunan sebelumnya yang memakan korban hingga 75-80% dari titik puncak.
Bagi para trader harian, peristiwa 60 menit yang membakar $1,1 miliar ini memberi pelajaran mahal tentang volatilitas pasar. Melawan arah tren saat para pengambil kebijakan mulai merancang aturan yang baru sering kali berakhir dengan rekening yang terkuras paksa oleh sistem. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




