Ketika Heka Funds membuka akun di Circle pada Januari 2022, dana arbitrase asal Malta itu hanya menyebut satu nama investor. Yang tidak mereka ungkap: seorang penyokong raksasa yang belakangan diketahui menanamkan sekitar $800 juta di baliknya - Tether. Fakta itu baru terbongkar setelah dokumen pengadilan federal Boston dipublikasikan pekan ini, seiring kemenangan Circle dalam arbitrase melawan Heka.
Arbitrator, hakim pensiun Robert L. Dondero, memenangkan Circle atas klaim kontrak yang tersisa. Ia menyatakan Circle bertindak sesuai hak dalam perjanjiannya saat menghentikan layanan minting dan redemption USDC milik Heka atas dugaan manipulasi pasar.
Investor Rahasia di Balik Dana Malta
Heka Funds dikelola oleh Abraxas Capital Management yang berbasis di London, dan membuka akun Circle untuk dana Elysium Global Arbitrage Fund miliknya. Saat proses onboarding, Heka hanya mengungkap satu investor bernama Simon Grima.
Padahal, menurut kesaksian pendiri Heka, Fabio Frontini, investasi Tether di dana itu mencapai sekitar $800 juta - kira-kira 75% dari total aset Elysium. Dondero menyimpulkan penyembunyian ini disengaja untuk menutupi keterlibatan Tether. Chief Business Officer Circle, Kash Razzaghi, bersaksi bahwa Circle tak akan pernah menyetujui akun itu andai tahu peran Tether sejak awal.
Dari Diskon SVB Sampai Redemption Ditolak
Akar sengketa bermula dari keruntuhan Silicon Valley Bank pada Maret 2023, yang sempat membuat USDC lepas dari peg dolar. Heka membeli USDC dengan harga diskon di pasar sekunder, lalu menukarnya ke Circle di harga penuh - bahkan setelah firma arbitrase lain berhenti melakukannya karena spread sudah menyempit.
Komunikasi internal Circle memperlihatkan perpecahan pendapat. Razzaghi menyebut aktivitas itu sebagai arbitrase buatan, bukan yang digerakkan pasar, dengan catatan Tether disebut membebaskan biaya normalnya. Sementara karyawan Circle David Norton semula menilai trading itu wajar secara komersial, sebelum berubah pikiran usai memantau spread pasar. Circle bahkan sempat mengizinkan Heka menukar lebih dari $587 juta USDC selama dua pekan sambil menguji apakah peluang trading itu bergantung pada aktivitas Heka sendiri. Coinbase pun menyatakan tak nyaman bekerja dengan Heka karena hubungannya dengan Tether, hingga membatasi akunnya.
📌 Baca JugaVisa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan
Circle akhirnya memangkas limit minting dan redemption Heka menjadi nol pada November 2023, lalu menangguhkan akun pada 1 Desember di bawah klausul kontrak, setelah Frontini mengancam tindakan hukum dan regulasi. Permintaan redemption $100 juta dari Heka pada Februari 2024 ditolak; perjanjian jasa berakhir bulan berikutnya. Di bulan yang sama, Tether dikabarkan menyuntik $500 juta lagi ke Elysium sebelum Heka mengajukan klaim arbitrase. Terungkap pula bahwa Frontini sempat mencoba membuka akun baru di Circle France tanpa mengungkap sengketa yang sedang berjalan.
Di sisi hukum, Dondero merujuk hukum Delaware dan menyatakan Circle tak melanggar perjanjian, karena ketentuan pengguna memperbolehkan Circle menyesuaikan limit transaksi dan menangguhkan layanan sesuai kebijakannya. Circle bahkan tak perlu membuktikan manipulasi pasar benar-benar terjadi - cukup punya kesimpulan wajar bahwa itu mungkin terjadi. Juru bicara Heka membantah lewat Financial Times, menegaskan dana itu tak pernah memanipulasi pasar atau diselidiki regulator, dan menuding Circle sengaja membuka catatan arbitrase untuk mengalihkan perhatian dari penolakan redemption. Yang jelas, kemenangan hukum ini datang saat Circle sedang agresif memperluas bisnis institusionalnya - baru saja mengantongi persetujuan akhir OCC AS untuk mendirikan Circle National Trust, dan bersiap menggelar acara Current Seoul pada 23 Juli. Bagi pengguna stablecoin, kasus ini membuka tabir betapa rumit dan penuh kepentingan tersembunyi jaringan modal yang bergerak di balik token yang tampak sederhana di dompet mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




