📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Visa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan

Visa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Visa baru saja memindahkan peta persaingan stablecoin. Raksasa pembayaran itu resmi meluncurkan Visa Stablecoin Platform (VSP), sebuah sistem yang memungkinkan bank, fintech, dan penyedia pembayaran mengelola dolar digital lewat satu sistem terpadu. Pada tahap awal, platform ini menopang Open USD - stablecoin yang baru diperkenalkan konsorsium Open Standard pada 30 Juni 2026. Buat Circle, penerbit USDC, ini berarti satu hal: rival baru yang serius sudah masuk arena.

Lewat VSP, institusi mendapat akses ke perangkat untuk minting, redeem, penyimpanan, hingga transfer Open USD - dilengkapi infrastruktur Wallet-as-a-Service, konektivitas blockchain, serta sistem keamanan dan manajemen risiko milik Visa sendiri. Layanan ini dirancang berdampingan dengan jaringan pembayaran tradisional Visa, bukan menggantikannya.

Bukan Konsepnya yang Sulit, Tapi Operasionalnya

Jack Forestell, Chief Product and Strategy Officer Visa, menyoroti hambatan sebenarnya yang dihadapi institusi saat mengadopsi stablecoin. “Bagian sulitnya bukan konsepnya, tapi realitas operasionalnya,” ujarnya. VSP hadir untuk mengatasi persis titik itu - memberi klien satu tempat mengelola seluruh operasi stablecoin dengan kontrol dan infrastruktur jaringan yang sudah disediakan Visa.

Dukungannya pun tak ringan. Lebih dari 140 perusahaan menyokong inisiatif Open USD saat diumumkan akhir Juni, termasuk nama-nama besar seperti Visa, Mastercard, BlackRock, dan Coinbase, lintas sektor finansial, teknologi, dan kripto. Sebagai gambaran skala, Visa sendiri sebelumnya melaporkan run-rate penyelesaian transaksi stablecoin sekitar 7 miliar dolar AS per Maret 2026.

Tekanan Nyata ke Circle

Yang membuat Open USD berbahaya bagi USDC bukan cuma dukungan korporat, tapi struktur ekonominya. Open Standard berencana menawarkan minting dan redemption tanpa biaya, sambil membagikan sebagian besar pendapatan cadangan (reserve) ke mitra distribusi setelah dikurangi biaya operasional - model yang berbeda dari USDC milik Circle.

Mitra Lama Ripple Bikin Gebrakan - SBI Jepang Bawa Saham Tokyo ke Blockchain Lewat Ondo Finance📌 Baca JugaMitra Lama Ripple Bikin Gebrakan - SBI Jepang Bawa Saham Tokyo ke Blockchain Lewat Ondo Finance

Pasar sudah bereaksi. Saham Circle sempat tertekan setelah Open USD diumumkan, dan tekanan meningkat pekan ini ketika Mizuho menurunkan rating Circle serta memangkas target harga dari 85 dolar ke 50 dolar - dengan alasan Open USD berpotensi menggerus margin Circle lewat perubahan cara pendapatan reserve mengalir ke mitra distribusi.

Meski begitu, terlalu dini menulis Circle sebagai pecundang. Open USD masih harus membangun likuiditas, jangkauan regulasi, dan adopsi pasar yang sudah dikantongi USDC selama bertahun-tahun. Yang berubah hari ini adalah statusnya: Open USD tak lagi sekadar proposal konsorsium, melainkan infrastruktur pembayaran institusional yang konkret dan siap dipakai bank maupun fintech. Perlombaan dolar digital baru saja punya lintasan baru - dan Visa yang menggelarnya.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share