📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Mitra Lama Ripple Bikin Gebrakan - SBI Jepang Bawa Saham Tokyo ke Blockchain Lewat Ondo Finance

Mitra Lama Ripple Bikin Gebrakan - SBI Jepang Bawa Saham Tokyo ke Blockchain Lewat Ondo Finance

📚 Istilah di Artikel Ini:

SBI Group, raksasa finansial Jepang yang lama dikenal sebagai sekutu Ripple, baru saja mengambil langkah yang bisa mengubah cara dunia memandang pasar modal Jepang. Perusahaan resmi menggandeng Ondo Finance untuk membawa saham-saham Jepang ke atas blockchain - dan yang jadi tulang punggung transaksinya bukan dolar, melainkan JPYSC, stablecoin berbasis yen milik Ondo.

Lewat kemitraan ini, Ondo Global Markets (BVI) Limited akan menerbitkan produk finansial tertokenisasi terkait Jepang, sementara SBI menyalurkannya lewat jaringan platform finansial dan jutaan nasabahnya - mulai dari perbankan, brokerage, asset management, hingga lini aset digital. JPYSC dipakai sebagai alat settlement, dan kedua pihak juga menjajaki penggunaannya sebagai collateral.

Kenapa Stablecoin Yen Jadi Kunci

Selama ini narasi tokenisasi aset dunia nyata hampir selalu berputar di sekitar dolar. Pilihan SBI dan Ondo memakai JPYSC menandai sesuatu yang berbeda: settlement saham Jepang dilakukan dalam mata uang lokalnya sendiri, langsung di rantai. Bagi investor domestik, ini menghapus satu lapisan konversi mata uang yang selama ini jadi gesekan.

CEO Ondo Finance, Ian De Bode, menyebut Jepang sebagai salah satu pasar modal paling canggih di dunia, dan SBI berada tepat di pusatnya. Menurutnya, kolaborasi ini membuka jalan untuk membawa aset Jepang ke on-chain sekaligus menghubungkan negara itu dengan ekonomi tertokenisasi global. Dari sisi SBI, Chairman sekaligus CEO Yoshitaka Kitao menyebut Ondo berpotensi jadi mitra strategis jangka panjang saat perusahaannya membangun “koridor global” aset digital yang menyambungkan pasar dalam dan luar negeri.

Menyusul Token Ekuitas Jepang Pertama di Dunia

Kesepakatan ini datang tak lama setelah SBI meluncurkan SBI Japan High Dividend Equity Strategy Token, atau JX token, di jaringan Solana bersama DigiFT pada 15 Juli 2026. Produk itu diklaim sebagai dana ekuitas Jepang tertokenisasi pertama di dunia, memberi investor terakreditasi dan institusional akses berbasis blockchain ke strategi ekuitas dividen tinggi yang dikelola SBI Asset Management.

Visa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan📌 Baca JugaVisa Luncurkan Platform Stablecoin Open USD - Circle Kini Punya Rival yang Didukung 140 Perusahaan

Meski berdekatan, JX token dan kemitraan Ondo adalah dua jalur terpisah. JX fokus pada satu strategi ekuitas terkelola untuk investor kualifikasian, sedangkan kesepakatan dengan Ondo mencakup distribusi produk tertokenisasi yang lebih luas plus integrasi JPYSC.

Yang Masih Menggantung

Untuk semua ambisinya, kesepakatan ini masih menyisakan banyak ruang kosong. Kedua perusahaan belum mengumumkan tanggal peluncuran, aset pertama yang akan ditokenisasi, maupun struktur regulasi yang mengatur siapa saja yang boleh mengakses produk ini. Rencana pemakaian JPYSC sebagai collateral pun belum disertai detail produk atau syarat jaminannya. Yang jelas, ketika pemain sekelas SBI mulai memindahkan bursanya sendiri ke rantai, sinyal ke pasar keuangan tradisional Jepang sulit diabaikan - dan justru di titik itu ceritanya baru mulai menarik untuk diikuti.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share