📅 Jumat, 31 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Coinbase CEO Desak Senat Sahkan CLARITY Act dalam 7 Hari - Peluang Kini Sisa 27%

Coinbase CEO Desak Senat Sahkan CLARITY Act dalam 7 Hari - Peluang Kini Sisa 27%

📚 Istilah di Artikel Ini:

Melalui postingan di platform X dengan pesan “Clear rules are almost here”, CEO Coinbase Brian Armstrong mendesak Senat AS segera mengesahkan rancangan undang-undang CLARITY Act. Desakan ini muncul di tengah tenggat yang menipis: Senat kini hanya menyisakan sekitar tujuh hari kerja sebelum mulai libur reses bulan Agustus.

Langkah Armstrong menambah deretan panjang desakan dari raksasa keuangan tradisional. Sebelumnya, lembaga pengelola aset BlackRock dan bank investasi Goldman Sachs juga mendorong Senat untuk bertindak. Aturan bernama lengkap Digital Asset Market Clarity Act ini punya satu tujuan krusial: mengklarifikasi garis batas pengawasan antara lembaga SEC dan CFTC dalam mengatur industri aset digital.

Tergeser Prioritas Sanksi Rusia

Harapan pelaku pasar kini harus berbenturan dengan agenda politik yang lebih mendesak di Washington. Senat AS diketahui menunda pengerjaan CLARITY Act demi memprioritaskan dua hal lain, yakni paket sanksi terhadap Rusia dan penyelesaian pengesahan berbagai nominasi pejabat federal. Pergeseran fokus ini membuat rancangan undang-undang pengawasan kripto kembali digeser ke pinggir meja.

Angka di pasar langsung merespons pesimisme ini. Probabilitas lolosnya CLARITY Act sebelum masa reses dilaporkan anjlok tajam ke level 27%, turun dari posisi sebelumnya di angka 34%. Ketegangan soal nasib undang-undang ini tergambar di media sosial. Kabar dari akun @WatcherGuru meraup 4.708 likes dan 434 retweets, menjadikannya kicauan paling viral hari ini dalam ranah isu regulasi kripto.

Tekanan Ganda bagi Pasar Kripto

Ketidakpastian di Senat ini berisiko memicu manuver dari lembaga negara yang lain. Laporan menyebutkan bahwa SEC sudah dalam status “siap bertindak” membawa aturan kripto versi mandiri jika Kongres terus mengulur penyelesaian undang-undang. Industri kini terjepit di antara dua masalah - mandeknya kerja legislasi di satu sisi dan ancaman penindakan sepihak dari regulator di sisi lain.

Polisi Malaysia Sita 73 Mesin Bitcoin di Tronoh - Berawal dari Pencurian Listrik di Rumah Kosong📌 Baca JugaPolisi Malaysia Sita 73 Mesin Bitcoin di Tronoh - Berawal dari Pencurian Listrik di Rumah Kosong

Situasi legislatif yang buntu membawa konsekuensi langsung ke pergerakan harga hari ini. Pasar kripto yang lebih luas kini tertekan akibat gabungan dua sentimen negatif: sikap bank sentral The Fed yang tetap hawkish dan ketidakpastian regulasi yang dibiarkan berlarut. Tanpa adanya kepastian hukum yang jelas dari Amerika Serikat, iklim investasi kripto di tingkat global - termasuk bagi investor di Indonesia - akan tetap terperangkap dalam status tidak menentu.

Sisa waktu tujuh hari ini akan menentukan rute industri kripto hingga akhir tahun. Jika Senat gagal meresmikan aturan main, ruang abu-abu ini berpotensi segera diisi oleh penegak hukum yang beroperasi tanpa panduan undang-undang. Dilansir dari @WatcherGuru di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share