JPMorgan memperingatkan bahwa semakin lama pengesahan RUU CLARITY ditunda, semakin besar ancaman bagi seluruh pasar kripto. Lembaga keuangan itu melihat ketidakpastian regulasi ini menjadi beban berat bagi industri, sementara waktu pembahasan di tingkat Senat semakin menipis sebelum masa reses terjadwal dimulai pada 7 Agustus 2026. Di pasar taruhan Polymarket, pelaku pasar menyikapi situasi ini dengan skeptis, menempatkan probabilitas Donald Trump menandatangani undang-undang ini pada tahun 2026 hanya sebesar 30 persen.
Kenapa RUU Ini Tertahan di Senat?
Menteri Keuangan Scott Bessent menuduh kelompok Demokrat di Senat sebagai pihak yang memblokir jalannya Crypto Clarity Act. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sengketa terjadi di banyak lini, termasuk di internal partai Republik sendiri. Senator Thom Tillis dari partai Republik menegaskan tidak akan memberikan dukungan tanpa ketentuan etika keuangan pejabat publik yang dapat diterima semua pihak. Hambatan utama lain mencakup perselisihan mengenai perlindungan sektor desentralisasi keuangan (DeFi) serta ketentuan seputar hadiah stablecoin.
Di sisi lain, lobi industri perbankan tradisional bergerak agresif menentang aturan baru ini. Sebanyak 134 asosiasi perbankan menyatakan penolakan terhadap ketentuan stablecoin yang tercantum dalam Section 10404. Penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, membalas kritik itu dengan menyebut bank-bank tradisional hanya berupaya melindungi diri dari persaingan dengan industri kripto.
Desakan Waktu dan Tantangan 60 Suara
Dukungan sebenarnya sempat mengalir setelah draf aturan direvisi. Organisasi kepolisian besar, termasuk Major Cities Chiefs Association (MCCA) dan National Fraternal Order of Police, kini mendukung undang-undang ini. Melihat celah waktu yang sempit, CEO Coinbase mendesak Senat untuk segera menggelar voting dalam waktu tujuh hari.
Langkah itu dipastikan tidak akan mudah. Untuk bisa lolos dari ancaman filibuster di Senat, regulasi ini membutuhkan minimal 60 suara dukungan. Mengingat kuatnya penolakan dari blok Demokrat, mengumpulkan 60 suara dalam hitungan hari menjadi tantangan besar bagi para pendukung regulasi kripto.
📌 Baca JugaCoinbase CEO Desak Senat Sahkan CLARITY Act dalam 7 Hari - Peluang Kini Sisa 27%
Bagi pelaku pasar, kebuntuan politik di Washington ini menjadi sinyal bahwa kepastian regulasi masih jauh dari jangkauan. Jika Senat gagal mencapai kesepakatan sebelum masa reses Agustus, pasar kripto harus bersiap menghadapi kelanjutan dari status quo yang membingungkan.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




