Dua dompet kripto diduga mengeksploitasi platform trading sintetis Papertrade di jaringan HyperEVM, bagian dari ekosistem Hyperliquid, lewat taktik manipulasi harga. Peneliti on-chain di platform X, Boblob (@Dr_bobo54), membeberkan bahwa kedua dompet mengeksekusi transaksi ETH senilai sekitar $20 juta per akun di Hyperliquid. Transaksi itu menggeser harga pasar ETH sebesar 10 hingga 20 basis poin atau sekitar 0,1% sampai 0,2%.
Pergeseran 0,2% di pasar spot tampak kecil, namun dampaknya langsung terasa karena kedua dompet memegang posisi long bernilai ratusan juta dolar di Papertrade pada waktu bersamaan.
Celah di Balik Titik Tengah Hyperliquid
Akar kerentanan ada pada kontrak pintar Papertrade yang membaca acuan harga dari midpoint - titik tengah antara penawaran beli terbaik (best bid) dan penawaran jual terbaik (best offer) di Hyperliquid. Desain ini membuka celah bagi pelaku untuk menggeser harga referensi hanya dengan menempatkan order baru di buku pesanan Hyperliquid tanpa perlu menuntaskan eksekusinya.
Papertrade sendiri tidak memakai buku pesanan konvensional. Platform ini beroperasi menggunakan pool likuiditas sintetis yang menyediakan leverage hingga 1.000x untuk pasangan Bitcoin dan Ethereum. Dengan rasio pengali seribu kali lipat, fluktuasi harga 0,1% sanggup mendongkrak keuntungan posisi bernilai sembilan digit dalam hitungan detik.
Pengembang Papertrade sebenarnya sudah mendokumentasikan risiko pembacaan midpoint ini dalam dokumen pengungkapan resmi mereka. Kendati demikian, belum ada konfirmasi perbaikan teknis yang diterapkan pada kontrak pintar platform sebelum aktivitas mencurigakan ini dilaporkan ke publik.
Kenapa Hyperliquid Kebal dari Trik Serupa
Hyperliquid sendiri tidak memakai sistem pembacaan harga yang rentan seperti itu. Untuk mencegah manipulasi pasar, platform utama Hyperliquid mengandalkan oracle price yang menghitung median terbobot dari bursa terpusat dengan pembaruan tiap tiga detik. Hyperliquid juga menerapkan mark price yang lebih kompleks, sehingga pesanan sepihak di buku pesanan tidak dapat mengguncang acuan likuidasi.
Kasus manipulasi harga referensi eksternal bukan hal baru di sektor derivatif kripto. Pada Juli 2026, kontrak perpetual saham SK Hynix di platform Trade.xyz merosot 17,9% akibat transaksi abnormal di bursa Korea Selatan yang memengaruhi harga referensi eksternal. Ketergantungan kontrak pintar pada satu sumber data luar kembali memperlihatkan titik lemah yang sama.
Penyelidikan Berjalan dan Pengingat bagi Trader
Papertrade sebelumnya mencatat total deposit mencapai $85,3 juta, sebagaimana dilaporkan kabarbitcoin.com. Hingga kini, belum ada kerugian terverifikasi yang dikonfirmasi oleh pengembang, dan proses audit terhadap transaksi kedua dompet masih terus berjalan.
๐ Baca JugaEmas Kuasai 90% Token Komoditas $5,5 Miliar - Kini Minyak dan Perak Ikut Buka Jalur Bunga Pinjaman
Bagi pelaku pasar di sektor DeFi, insiden ini menjadi pengingat bahwa penawaran leverage tinggi menuntut ketahanan oracle yang sepadan. Menitipkan modal pada protokol yang mengandalkan titik tengah order book tanpa pelindung mark price menyisakan risiko manipulasi terbuka bagi siapa pun yang memiliki likuiditas besar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Emas Kuasai 90% Token Komoditas $5,5 Miliar - Kini Minyak dan Perak Ikut Buka Jalur Bunga Pinjaman
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




