Ledger meminta para penggunanya mengambil tindakan darurat setelah laporan exploit senilai $86 juta beredar luas di media. Sikap proaktif ini menandai eskalasi penting dari produsen perangkat, setelah kabar mengenai kerugian besar sempat beredar tanpa instruksi langsung bagi pemilik dompet.
Yang membuat peringatan ini mendesak bukan sekadar besarnya angka klaim kerugian, melainkan bukti bahwa saldo pengguna masih terus berkurang di lapangan.
Dompet Aman 8 Tahun Kehilangan 59 ETH
Investigator on-chain lookonchain membeberkan salah satu kasus nyata yang menimpa seorang pemilik aset. Korban kehilangan 59 ETH atau setara $146.800 dari alamat dompet yang sudah bertahan aman selama delapan tahun.
Pengguna itu baru saja kembali aktif dan membuat alamat dompet baru setelah empat tahun tanpa transaksi. Program pencuri CryptoBillis Ledger Drainer langsung mengosongkan saldo di dompet baru itu sesaat setelah alamat dibuat.
Celah di Jalur Reseller, Bukan Mesin Fisik
Serangan ini berkaitan erat dengan ekosistem Ledger, tetapi bukan berarti sistem pengaman pada perangkat keras berhasil ditembus peretas. Masalah berakar pada jalur distribusi dan reseller tidak resmi bernama CryptoBillis yang menyusupkan celah sebelum unit sampai ke tangan pembeli.
Kasus peredaran perangkat lewat distributor palsu ini sempat diulas dalam liputan sebelumnya dengan tajuk ‘Beli Ledger Bukan di Toko Resmi - Dana Pengguna $90 Juta Raib Disapu Lewat Perangkat Reseller CryptoBillis’. Pembaruan informasi kali ini memperlihatkan eskalasi baru, karena Ledger kini turun tangan meminta pengguna mengambil tindakan penyelamatan.
Mengapa Angka Kerugian Berbeda?
Total kerugian yang beredar di publik memperlihatkan angka yang bervariasi. Yahoo Finance Singapore menyebut nilai exploit berada di kisaran $86 juta, sementara laporan sebelumnya menaksir angka kehilangan mencapai $90 juta.
๐ Baca JugaHasil Bobol Bitget $387 Juta Dicuci untuk DPRK - Pelaku Justru Minta Bantuan di Discord Publik
Perbedaan nominal itu timbul karena perbedaan waktu pelaporan serta metodologi perhitungan yang dipakai masing-masing pihak. Hingga saat ini belum ada rincian data resmi dari Ledger mengenai angka pasti total kerugian yang diakibatkan oleh jejaring CryptoBillis.
Bagi pemilik aset kripto, insiden ini membuktikan bahwa perangkat keras tidak banyak menolong jika jalur pembeliannya bermasalah sejak awal. Membeli langsung dari kanal resmi menjadi langkah paling mendasar sebelum menaruh tabungan bertahun-tahun ke dalam satu perangkat penyimpanan.
Dilansir dari Yahoo Finance Singapore.
Baca juga: Bug Overflow XRP Ledger Sempat Buka Celah Cetak Koin Ilegal - Modalnya Cuma Ratusan XRP
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




